Terima Laporan Nofrizal, Kapolda Minta Penjelasan Penyidik

Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin meminta penyidik memberi penjelasan.

Penulis: wakos reza gautama | Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mendengar laporan dari Nofrizal Can mengenai penanganan perkara penjualan suku cadang mobil tanpa izin, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin meminta penyidik memberi penjelasan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Ajun Komisaris Besar M Anwar memberi penjelasan. Menurut Anwar, penangkapan Hendri berdasarkan informasi dari Kabid Propam Polda Lampung.

Anwar mengatakan, penyidik menyita suku cadang karena mau diteliti apakah barang tersebut memiliki izin. Penyidik sempat membawa 1.700 buah suku cadang itu ke dealer Toyota Auto 2000. "Kami minta Auto 2000 meneliti barang itu," kata Anwar di Terminal Rajabasa, Kamis (21/4/2016).

Mengenai adanya istri Wakapolres Tanggamus bernama Eva yang mau mengurus kasus tersebut, Anwar membenarkan. Anwar mengutarakan, Eva memang sempat menelepon penyidik meminta menyelesaikan masalah suku cadang itu.

"Tapi kami tidak tanggapi. Kasusnya terus berlanjut," ujar Anwar. Kapolda lalu menanyakan tentang surat panggilan tersangka yang dijerat pasal UU Perkebunan. Anwar mengakui ada kesalahan dari penyidik karena hanya copy paste pasal.

Disinggung kapolda mengenai kasusnya yang kalah di pengadilan, Anwar menjawab bahwa ahli memberikan keterangan ragu-ragu di persidangan. Irwasda Komisaris Besar Budi Susanto lalu meminta Nofrizal untuk menyerahkan data tentang kasusnya ke dirinya.

Anwar kembali menjelaskan duduk persoalannya. Budi langsung memotong penjelasan Anwar. "Krimsus setop jangan bicara lagi. Kasus ini bebas!" kata Budi dengan nada tinggi. Kapolda pun menyerahkan penanganan ini ke Irwasda.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved