Mahasiswa IAIN Gelar Aksi Tutup Mulut

Sebanyak 32 mahasiswa Instiut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung menggelar tahlilan di depan rektorat, Jumat (29/4).

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 32 mahasiswa Instiut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung menggelar tahlilan di depan rektorat, Jumat (29/4). Kegiatan itu mereka adakan sebagai bentuk kekecewaan atas pembekuan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya Islam (UKM SBI).

Ketua UKM SBI Imam Fatoni mengatakan, tahlilan digelar untuk mengirim doa atas ”kematian” aktivitas mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam UKM SBI. "Sangat disayangkan pihak rektorat membekukan semua kegiatan UKM SBI. Itu sama saja membunuh kreativitas mahasiswa," kata Imam.

Selain menggelar tahlilan, lima mahasiswa juga melakukan aksi tutup mulut. Mereka menutup mulut dengan menggunakan lakban hitam dan melukis wajahnya dengan cat hitam.
Mereka juga mengenakan sarung dan ikat kepala warna merah. Di lehernya tergantung berbagai macam tulisan.

Di antaranya berbunyi "Disuruh Diam??? Mahasiswa kok Disuruh Diam"; "Orang Salah Ya Buang Selah, Rektorat Takut Mahasiswa Bicara Kebenaran, #Save Pemukulan Mahasiswa." Tulisan lainnya, antara lain, "Kader UKM-SBI Akan Terus Berkarya!!!, Jangan Rampas Hak Kami!!!#SAVEUKMSBI.

Aksi dilakukan menyusul penarikan uang sumbangan (infak) untuk pembangunan masjid yang dipatok sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu per mahasiswa. "Itu kan sudah nggak bener. Masa iya sih, infak kok wajib. Bayarnya juga sudah dipatok," kata Imam. (byu)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved