Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Bergoyang-goyang dan Berderik, Sensasi Naiki Jembatan Gantung Panggung Rejo

Berayun-ayun, bergoyang-goyang, dan tak jarang berderik adalah sensasi saat pengendara sepeda motor melintasi jembatan gantung

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Berayun-ayun, bergoyang-goyang, dan tak jarang berderik adalah sensasi saat pengendara sepeda motor melintasi jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Way Sekampung sepanjang kurang lebih 90 meter ini. Jembatan selebar satu meter ini, jadi penghubung Pekon Mataram Kecamatan Gadingrejo dan Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu.

Meskipun kerap membuat was-was orang yang melintas, tetapi tetap banyak yang melalui jalur ini.
Mengingat, waktu tempuh menuju seberang sungai lebih dekat ketimbang melalui jalan memutar via Kecamatan Pringsewu.

"Kejauhan (lewat Pringsewu). Lewat sini cuma 20 menit sampai. Kalau lewat Pringsewu, ada sekitar satu jam. Itu juga kalau tidak macet," kata Mislan (53), warga Panggungrejo Utara.

Tak hanya Mislan, sejumlah pengendara dengan bawaan lebih berat pun kerap melintas di jembatan yang berlantai papan ini. Sehingga dari sela-sela papan ini terlihat air sungai yang mengalir deras.

"Sebenarnya takut, tapi karena waktu, biar lebih cepat sampai," ujar Santo (33), warga Pekon Mataram yang membonceng pakan ternak di tengah dan di depan motornya.

Menurut Santo, jembatan yang mengandalkan kekuatan tambang kawat ini, tumpuannya sudah ada sejak 50-an tahun silam. Padahal untuk melintas ke jembatan ini, pengendara harus melewati jalan setapak yang becek dan licin.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved