Sehari Nung Rogoh Rp 16 Ribu untuk Membeli Air Galon
Nung, sapaan akrab Nur Afifa, warga Gang Kinibalu Telukbetung Utara (TbU) mengaku selama satu bulan terakhir dirinya benar-benar dituntut
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Nung, sapaan akrab Nur Afifa, warga Gang Kinibalu Telukbetung Utara (TbU) mengaku selama satu bulan terakhir dirinya benar-benar dituntut untuk menghemat air bersih.
Pasalnya, dalam sehari dari mandi pagi, mandi sore, masak dan mencuci dirinya bersama lima orang sekeluarga mampu menghabiskan 20 air ember berukuran sedang.
Apalagi saat krisis air kini dia mengaku harus merogoh kocek Rp 16.000 untuk membeli air galon per harinya."Jadi saya harus menghemat-hemat air mas untuk memakai air ini," keluh Nur Afifa Warga Gang Kinibalu Telukbetung Utara (TbU) saat ditemui Tribun Lampung di warungnya di Jalan Warsito, Rabu (11/5)
Iapun bersama warga lainnya itu sudah membayar iuran per bulan ke PDAM dengan harapan perusahaan daerah itu segera memperbaiki kualitasnya.
"Bagaimana pakaian mau bersih Mas kalau airnya sedikit. Apalagi saya ini kan nyucinya pakai tangan jadi harus bersih membilasnya," keluhnya.(byu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nur-warga-beli-air-galon_20160511_194139.jpg)