Headline News Hari Ini

Anggota DPRD yang Hilang dan Diduga Korban Mutilasi, Terkait Masalah Wanita dan Utang Piutang

Potongan kepala dan sepasang kaki manusia itu diduga dimutilasi menggunakan senjata tajam berupa parang.

Tribun Lampung/Bayu
ILUSTRASI 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung terus bekerja untuk mengungkap misteri hilangnya Muhammad Pansor (48), anggota DPRD Bandar Lampung dari Fraksi PDIP.

Hasil penyelidikan sementara kepolisian, motif hilangnya Pansor mengarah kepada dua kemungkinan: terkait persoalan utang-piutang atau terkait persoalan wanita.

Kapolda Lampung, Brigadir Jenderal (Pol) Ike Edwin, saat bersama para pejabat utama Polda silaturahmi ke kantor Tribun Lampung, Sabtu (14/5) siang, mengatakan, petugas juga terus mendalami kemungkinan keterkaitan hilangnya Pansor dengan penemuan potongan tubuh di Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan, yang sempat diisukan korban mutilasi.

Pansor dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 15 April lalu. Di laporan itu disebutkan bahwa sebelum hilang, Pansor sempat pamitan untuk mengikuti rapat PDIP di Jakarta.

Sekitar dua pekan kemudian, atau Rabu (4/5) pekan lalu, warga OKU Timur digegerkan penemuan potongan tubuh berupa sepasang kaki, kepala, dan tulang belulang.

Hasil otopsi Dokkes Polda Sumsel, potongan kepala dan sepasang kaki manusia itu diduga dimutilasi menggunakan senjata tajam berupa parang.

Sempat ada dugaan potongan tubuh itu adalah Pansor, yang dilaporkan hilang pada 15 April. Keluarga Pansor lalu mengecek potongan tubuh tersebut, namun kesulitan karena mayat sudah tidak bisa dikenali.

Untuk memastikan identitas mayat itu apakah Pansor atau bukan, polisi mengambil sampel DNA dari mayat tersebut dan juga sampel dari DNA keluarga Pansor, untuk kemudian dicocokkan di Puslabfor Mabes Polri di Jakarta.

Menurut Kapolda, dugaan sementara terkait motif hilangnya Pansor mengarah kepada utang piutang atau wanita.

"Arah itu yang sedang kita dalami dan kembangkan. Terkait mayat di Sumatera Selatan, semuanya tetap harus menunggu hasil resmi tes DNA di Mabes Polri," ujarnya.

Menurut Ike Edwin, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, hanya dua motif itu (utang piutang dan wanita) yang sedang didalami.

Sedangkan motif mengenai persoalan Pansor dalam dunia politik atau pemerintahan, diduga tidak sampai berakibat pada terjadinya penghilangan, penculikan, apalagi pembunuhan.

Kapolda belum bisa menyampaikan secara rinci hasil penyelidikan polisi mengenai misteri hilangnya politisi PDIP tersebut. Termasuk hasil pendalaman kasus yang mengarah kepada calon tersangka.

"Begitu sudah jelas semuanya, akan kita ungkapkan. Yang pasti penyelidikan petugas terus berjalan. Nah, kalau kita sampaikan hingga ke arah siapa pelakunya, nanti dikhawatirkan kabur pelakunya. Kalau misalnya tadinya masih di Lampung, dia bisa menghilang," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved