Ditodong Pistol, Parjono Pasrah Motornya Dibawa Kabur Begal
Kejadian tersebut berawal ketika korban hendak pergi ke kebun. Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Seorang petani karet, Parjono (35) menjadi korban begal, Sabtu (11/6/2016) pagi.
Kejadian tersebut berawal ketika korban hendak pergi ke kebun. Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah.
Di tengah jalan, di daerah kebun karet, tepatnya di Jalan Pelangaran, Mulang Maya, Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura), ia diadang tiga orang pemuda tak dikenal pengendara sepeda motor.
Sambil menodongkan senjata api (senpi) dan mengacungkan clurit, dua di antaranya mendekati Parjono.
”Cepat serahkan sepeda motor kamu, kalau tidak kamu saya tembak," ucap Parjono menirukan penuturan seorang pelaku.
Karena diancam akan ditembak, Parjono hanya bisa pasrah motornya dibawa pelaku. Setelah itu, mereka kabur menuju daerah Curup.
Usai kejadian tersebut, dirinya menghubungi pihak keluarganya untuk diantarkan pulang ke rumahnya. Setelah itu, ia melapor ke Polres Lampura.
”Saya terpaksa menyerahkan sepeda motor karena takut dilukai oleh pelaku begal,” ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-utang_20160610_185704.jpg)