Pemerintah Gandeng 11 Perusahaan Bantu Stabilkan Harga Daging Sapi

Menteri Pertanian (Metan) Andi Amran Sulaiman mengatakan daging sapi yang dijual ke pasar itu rata-rata semuanya di jual di bawah Rp 80.000 per kg.

Editor: Reny Fitriani
TRIBUN JABAR
Ade Sofian (35) memotong daging sapi saat melayani pembeli di jongkonya di Pasar Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (21/1/2016). Harga daging sapi kembali naik dari Rp 100.000 - Rp 110.000 per kg menjadi Rp 120.000 - Rp 130.000 per kg. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen yang dikeluarkan pemerintah pada daging sapi impor. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah melakukan berbagai cara untuk menekan harga daging sapi di pasaran yang tetap tinggi di kisaran Rp 120.000 per kilogram (kg). Salah satunya, menggandeng sebelas perusahaan lokal untuk menggelontorkan stok mereka ke pasar sebanyak 8.110 ton daging beku dan 1.000 ekor sapi hidup.

Hal ini dilakukan karena pemerintah terlambat mengeluarkan izin impor daging sapi, sehingga sampai hari ini realisasi impor daging sapi masih minim.

Menteri Pertanian (Metan) Andi Amran Sulaiman mengatakan daging sapi yang dijual ke pasar itu rata-rata semuanya di jual di bawah Rp 80.000 per kg. Harga tersebut sudah termasuk harga daging sapi segar yang dipotong dan dijual melalui Operasi Pasar (OP) yang jumlahnya 10.000 ekor.

"Kami melihat semua daging sapi ini dijual dengan harga ada yang Rp 70.000, ada yang Rp 75.000 per kg, dan mereka masih ada untung antara Rp 5.000 - Rp 7.000 per kg," ujar Amran usai bertemu importir daging di Kantornya, Senin (20/6).

Amran menjelaskan hingga saat ini pemerintah telah mengeluarkan izin impor daging sapi sebanyak 30.000 ton. Kendati demikian ia enggan membeberkan berapa banyak realisasi impor daging sapi yang sudah masuk.

Tapi tindakan pemerintah yang mengandeng perusahaan swasta dan BUMN untuk mengeluarkan stok daging dari gudang dan akan digantikan dengan izin impor mengindikasikan realisasi impor daging sapi sangat minim akibat terlambatnya izin impor dikeluarkan.

Apalagi untuk mengimpor daging tidak serta merta selalu ada dari negara produsen, belum lagi masalah kapal yang kerap sulit diperoleh kalau waktunya mendadak seperti saat ini. Untuk itu ke-11 perusahaan yang menjanjikan menggelontorkan dagin sapi ini diharapkan bisa membantu meredam harga dagin sapi.

Berikut daftar perusahaan yang ikut operasi pasar yakni Artha Graha Peduli melalui PT Sumber Agro Semesta menggelontorkan 1.000 ton daging beku dan 1.000 ekor sapi hidup, PT Agro Boga Utama sebanyak 1.000 ton, PT Indoguna Utama 1.000 ton, PT Estetika Tata Tiara 100 ton, PT Bumi Maestro Ayu 1.000 ton, PT Suri Nusantara Jaya 650 ton, PT Anzindo Gratia Nasional 500 ton, PT Berkat Mandiri Prima 200 ton, PT Berdikari 150 ton, PT Bina Mnetari Tunggal 1.000 ton dan PT Rita Jaya Beef 10 ton.

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved