Ada Laba-laba di Dalam Bumbu Masakan Ini, Produsen Langsung Tarik Seluruh Peredarannya

"Bumbu ini banyak dipakai untuk dicampur dengan nasi atau bakmi, dan yang tersisa 500 ribu pak akan ditarik balik dari peredaran," ujar sumber

Tribunnews
Bumbu makanan agak pedas untuk dicampur dengan nasi atau bakmi produksi Kikkoman (perusahaan yang memproduksi kecap Shoyu terbesar di Jepang). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TOKYO - Bumbu makanan agak pedas untuk dicampur dengan nasi atau bakmi produksi Kikkoman, ketahuan kemasukan laba-laba oleh warga Jepang yang membelinya.

Bumbu itu langsung ditarik dari peredaran mulai Kamis (14/7/2016).

"Bumbu ini banyak dipakai untuk dicampur dengan nasi atau bakmi, dan yang tersisa 500 ribu pak akan ditarik balik dari peredaran," ujar sumber Tribunnews.com, Kamis.

Bumbu makanan itu yang validitasnya berakhir antara 15 Desember hingga 26 Mei 2017, ada sebanyak 500 ribu pak.

Seorang warga Jepang mengadu ke Lembaga Konsumen Masyarakat bahwa bumbu yang dibelinya itu, ketika mau dimakan, kelihatan tercampur dengan laba-laba di dalamnya.

Meskipun demikian, hal itu tidak membahayakan kesehatan, dan belum ada keluhan kesehatan dari masyarakat mengenai hal itu.

Pihak Kikkoman sebagai produsen bumbu tersebut, akan melakukan penyelidikan serius pada pabriknya, yang ada di Perfektur Ibaraki.

"Kami meminta maaf sedalamnya atas kasus ini, yang membuat tidak nyaman bagi masyarakat. Untuk itu, kami akan selalu dan semakin meningkatkan sistem manajemen kualitas kontrol berbagai produk di masa mendatang, agar tak terulang kembali hal ini," ujar Kikkoman kepada pers.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved