Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Polres Lampura Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMK Muhammadiyah Kotabumi

Proses rekonstruksi dilakukan ketiganya sebanyak 36 adegan. Dimana, terlihat dari awal ketiganya sengaja mengikuti korban untuk mengambil handphone.

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Ari Purnomo dan Budiyono‎, dua dari tiga tersangka, pembunuh siswi SMK Muhammadiyah Vina Lyndia, melakukan reka ulang, Selasa (2/8).

Mereka melakukan rekonstruksi yang digelar oleh Polres Lampung Utara, di ‎kelurahan Tanjung Senang, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Dalam kesempatan tersebut, dilihat langsung oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Kotabumi, penasehat dari tersangka.‎

‎Tersangka Dedi, perannya digantikan oleh peran pengganti. Pasalnya, ia telah meninggal sehari setelah diamankan Polres Lampung Utara.

Proses rekonstruksi dilakukan ketiganya sebanyak 36 adegan. Dimana, terlihat dari awal ketiganya sengaja mengikuti korban untuk mengambil handphone dan uang korban.

Sesampai dilokasi pinggir sungai, mereka menghabisi korban, dengan cara tersangka Ari memukul korban dengan kayu sengon, terlebih dahulu hingga terjatuh. Kemudian, kedua tersangka lainnya (Dedi, dan Budiyono) ikut memukul korban dengan kayu serta memukul, dengan kayu singkong oleh Budi, dan kayu sengon oleh Dedi. Korban pun masih setengah sadar.

Saat itu, Dedi mengambil HP dan uang korban, dan menyerahkannya kepada Ari. Untuk membuat korban tidak bernyawa, Ari membekap mulut korban, dengan bajunya.

Melihat tubuh korban, yang sudah lemas setengah sadar, muncul niat para pelaku untuk memperkosa Vina secara bergilir, yang dimulai oleh Dedi lalu Budiyono dan Ari. Pakaian korban dilucuti satu persatu oleh Ari dan Dedi. Mereka secara bergilir memperkosa korban. Bahkan, aksi sadis dilakukan oleh Dedi, dengan memasukkan batang singkong kedalam kemaluan korban.

Untuk memastikan korban, meninggal dunia, tersangka Dedi dan Ari kembali memukul korban hingga tewas menggunakan kayu, dan memakaikan kembali pakaian korban yang saat itu berseragam pramuka. Ketika itu, Kasie pidum Kejari Kotabumi, M. Indra Gunawan sempat menanyakan kepada tersangka, mengapa dikenakan kembali pakaian korban, Ari menerangkan agar tidak diketahui aksi pemerkosaan yang dilakukan mereka. Di adegan terakhir, Ari dan Dedi mengangkat mayat korban, dan dibuangnya ke aliran Way Batanghari, Dusun Ulak Durian, Kotabumi Ilir, Kotabumi.

Kasat Reskrim menjelaskan, pihaknya sengaja mengalihkan lokasi reka ulang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan."Rekonstruksi kasus ini untuk memperjelas peran masing-masing tersangka,"singkat Supriyanto.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved