Difazza Butik Pasang Strategi Marketing Secara Online dan Personal

Mengenalkan produk fesyen lokal kepada masyarakat memang tidak mudah dewasa ini.

Difazza Butik Pasang Strategi Marketing Secara Online dan Personal

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mengenalkan produk fesyen lokal kepada masyarakat memang tidak mudah dewasa ini. Perang harga dan kualitas menjadi sebuah pembeda untuk dapat menarik hati konsumen. Tak pelak dibutuhkan strategi khusus agar bisnis tetap berjalan lancar.

Sejauh ini, pemilik Difazza Butik Puji Astuti mengatakan, dirinya memaksimalkan pemasaran secara online dan personal untuk produk Difazza. Secar online, Puji berusaha menggunakan media sosial kekinian seperti Instgram dan BlackBerry Messenger untuk berjualan.

"Lainnya lebih ke personal. Jadi dari mulut ke mulut aja. Kebetulan teman sekolah SMP, SMA, dan yang datang ke sini rata-rata pada puas. Jadi akhirnya mereka promosi ke temannya," terang Puji.

Namun untuk partai besar atau grosir, biasanya Puji lebih andalkan media sosial seperti BBM untuk komunikasi kepada konsumen. Apalagi konsumen setia Puji tidak hanya di Lampung, tapi sudah tersebar di Indonesia.

"Makanya cek sendiri yuk ke butik," ajak dia menuju ke butik yang berlokasi di Jalan S Parman No 17 Tanjungkarang Pusat (sebelah sekolah Persit).

Seperti diketahui Difazza adalah merek lokal yang mencoba mengenalkan aneka kebutuhan busana muslim kepada masyarakat seperti hijab, kerudung, gamis, hingga set hijab syar'i dengan harga cukup kompetitif.

Pemilik Difazza Butiq Puji Astuti mengatakan, merek lokal yang ia garap terbilang sudah cukup lama dirintis dan bersaing dengan produk kebanyakan lainnya. Bahkan sebelum membuka butik di Lampung, Difazza telah lebih dahulu melayani masyarakat di lima kota di Indonesia yaitu Bandung, Bogor, Cirebon, Tenggarong, dan Samarinda. (*)

Penulis: heru prasetyo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved