Karang Taruna Lampung Desak Effendi Minta Maaf

Gelombang protes terhadap pernyataan anggota DPR RI Effendi Simbolon yang melecehkan organisasi Karang Taruna bergema di mana-mana

Penulis: Daniel Tri Hardanto | Editor: soni

Laporan Wartawan Tribun Lampung Daniel Tri Hardanto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Gelombang protes terhadap pernyataan anggota DPR RI Effendi Simbolon yang melecehkan organisasi Karang Taruna bergema di mana-mana, tak terkecuali di Lampung.

Pelaksana tugas Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Iwan Rinaldo Syarief mengatakan, ucapan Effendi Simbolon yang menyebut warna Gedung DPR/MPR RI seperti Karang Taruna sangat merendahkan.

Dia pun meminta kepada politisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu untuk meminta maaf sekaligus mengklarifikasi pernyataannya.

Menurut Iwan, kata ”norak” yang diucapkan Effendi Simbolon sangat tidak berdasar. Pasalnya, kata tersebut memiliki makna yang sangat merendahkan.

”Atas pernyataan tersebut, Karang Taruna Lampung mengecam keras dan meminta penjelasan dari yang bersangkutan. Serta, tentu saja meminta kepada Effendi Simbolon untuk meminta maaf,” kata Iwan, Minggu (7/8).

Iwan lebih lanjut menjelaskan, Karang Taruna Lampung menyatakan mendukung sepenuhnya apa yang menjadi sikap dan langkah yang diambil Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) se-Indonesia Didik Mukrianto atas statemen Effendi Simbolon tersebut.

”Selain itu, saya juga mengimbau kepada seluruh kader Karang Taruna di Lampung untuk tetap tenang, tetap semangat berkarya, dan menunggu perkembangan langkah yang akan diambil oleh PNKT.

Sebelumnya Ketua Umum PNKT Didik Mukrianto mengatakan, pihaknya memprotes keras pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut warna Gedung DPR/MPR RI seperti Karang Taruna. Pernyataan Effendi dianggap telah melecehkan organisasi sosial yang dipimpinnya.

"Sungguh tidak bijak dan tidak pantas apa yang disampaikan Effendi Simbolon sebagai pejabat negara. Segenap kader Karang Taruna Se-Indonesia merasa dilecehkan dan direndahkan oleh beliau," kata Didik.

Karang Taruna merupakan organisasi sosial kepemudaan yang diinisiasi dan didirikan secara mandiri oleh generasi muda yang sangat prihatin dan peduli terhadap persoalan sosial yang melanda kaum muda. Sehingga naif bila Effendi melupakan karya bakti Karang Taruna.

"Sebagai organisasi sosial kepemudaan, Karang Taruna selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu pemerintah mengentaskan permasalahan sosial. Karang Taruna bukan organisasi musiman, yang hadir pada saat tertentu. Karang Taruna sudah berkarya membantu pemerintah sejak didirikan 1960," lanjut dia. (dan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved