Alami Kecelakaan Saat Kerja, Kulit Kepala Pria Ini Terkelupas Hingga Tempurungnya Terlihat

Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Serang. Selama menjalani perawatan, ia telah menghabiskan biaya sekitar Rp 30 juta. Di mana, majikan tempat

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Ridwan Hardiansyah
TRIBUN LAMPUNG/Dedi Sutomo
Mansyurudin. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Mansyurudin (32), warga Dusun Katibung I, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel) mengharapkan uluran tangan para dermawan.

Mansyurudin mengalami kecelakaan kerja, yang mengakibatkan sebagian besar kulit kepalanya terkelupas, hingga tempurungnya terlihat.

Mansyurudin mengatakan, kecelakaan kerja yang dialaminya terjadi sekitar setahun lalu.

Saat itu, ia bekerja sebagai tukang membuat sumur bor, di wilayah Serang, Banten.

Kala itu, ia memiliki rambut yang cukup panjang.

“Waktu membuat sumur bor, rambut saya tersangkut mesin bor. Akibatnya, kulit kepala hingga batas alis ikut tertarik,” ujarnya, Selasa (9/8/2016).

Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Serang. Selama menjalani perawatan, ia telah menghabiskan biaya sekitar Rp 30 juta.

Di mana, majikan tempatnya bekerja memberikan santunan Rp 27 juta.

“Dokter yang merawat mengatakan harus dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tapi, saya tidak memiliki biaya. Saya pun minta pulang,” ungkap Mansyurudin.

Kepala Desa Sidomulyo, Sutanto mengaku, pihaknya akan berupaya membantu Mansyurudin untuk membuat BPJS Kesehatan.

Meski lama tinggal di Serang, kata dia, Mansyurudin memiliki KTP Sidomulyo.

Dengan terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, Sutanto berharap, Mansyurudin bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik.

Termasuk, kemungkinan dirujuk ke RS Cipto Mangunkusomo.

“Kami akan upayakan agar bisa masuk program BPJS. Mansyur lama bekerja di Serang, karenanya belum masuk program BPJS. Kami masih menunggu kesiapan pihak keluarga,” kata Sutanto.

Ayah Mansyurudin, Supriyadi (56) menerangkan, anaknya baru sekitar 10 hari pulang ke Sidomulyo.

Selama ini, ia hanya pernah membawa sang anak untuk berobat ke klinik.

“Saya tidak punya biaya. Kalau ada uang, saya bawa ke klinik untuk ganti perbannya saja,” ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved