Olimpiade 2016

Hari Kelima Olimpiade Belum Ada Tambahan Medali Bagi Indonesia

Dengan dua medali perak yang sudah didapat, yakni dari cabang angkat besi, Indonesia kini bercokol di urutan ke-25.

Hari Kelima Olimpiade Belum Ada Tambahan Medali Bagi Indonesia
GOH Chai Hin/ AFP
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan menunjukkan medali perak Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Senin (8/8/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RIO DE JANEIRO - Memasuki hari kelima Olimpiade Ke-31 di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu, peringkat Indonesia masih belum juga beranjak naik dalam peringkat umum pesta olahraga sejagat itu karena belum ada lagi tambahan medali.

Dengan dua medali perak yang sudah didapat, yakni dari cabang angkat besi, Indonesia kini bercokol di urutan ke-25 atau terus menurun karena pada pertandingan hari Selasa sejumlah negara yang semula berada di bawah Indonesia kini dapat menambah koleksi medalinya.

Pada pertandingan yang diikuti Indonesia sepanjang Selasa atau hari keempat pertandingan, seluruhnya membuahkan kekecewaan.

Di cabang dayung, langkah atlet asal Maluku La Memo akhirnya terhenti di perempat final setelah catatan waktunya berada di urutan ke-14 setelah berlomba di stadion dayung Lagoa, Rio de Janeiro.

Atlet-atlet Eropa yang sejak lama mendominasi cabang ini tetap belum tergoyahkan pada Olimpiade 2016.

Pada cabang panahan, atlet putri Indonesia Ika Yuliana Rochmawati bertanding pada nomor perorangan recurve melawan Naomi Folkard dari Inggris.

Sempat memberi perlawanan ketat, Ika akhirnya menyerah dalam babak awal perorangan putri itu dengan skor 6-5.

Dengan demikian harapan Indonesia di cabang panahan ini hanya tinggal pada Riau Ega Agata di nomor perorangan putra.
Pada cabang angkat besi, peraih perak Olimpiade London 2012 Triyatno tidak dapat lagi mencapai performa penampilan terbaiknya dalam pertandingan kelas 69 kilogram putra sehingga tidak dapat menyumbang medali apa pun di Olimpiade 2016.

Cedera serius yang pernah dialami Triyatno setelah meraih perak Olimpiade 2012, membuat prestasinya terus melorot sehingga sulit bersaing dengan lifter-lifter China, Kyrgyzstan, dan Korea Utara yang menempati peringkat teratas di kelas ini.

Ketua Umum PB Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Rosan Roeslani memaklumi jika Triyatno tidak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.

Halaman
12
Editor: Reny Fitriani
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved