Mulai 19 Agustus, Bank Indonesia Gunakan '7-Day Repo Rate', Tak Lagi Pakai BI Rate

Kebijakan tersebut sekaligus akan menggantikan suku bunga acuan, yang sudah akrab di telinga masyakarat, yakni BI Rate.

Mulai 19 Agustus, Bank Indonesia Gunakan '7-Day Repo Rate', Tak Lagi Pakai BI Rate
Tribunnews
Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (6/11/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BATAM - Dalam hitungan hari, Bank Indonesia (BI) akan segera menggunakan 7-day Repo Rate, sebagai suku bunga acuan baru atau reformulasi suku bunga kebijakan.

Kebijakan tersebut sekaligus akan menggantikan suku bunga acuan, yang sudah akrab di telinga masyakarat, yakni BI Rate.

"Jadi, yang namanya BI Rate mulai tanggal 19 Agustus 2016 tidak lagi kami gunakan. Kami akan gunakan 7-day Repo Rate," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Batam.

BI mengambil keputusan menggunakan 7-day Repo Rate, lantaran BI Rate tidak lagi ampuh mengendalikan pasar uang antarbank, seperti pada 2008-2010.

Kebijakan quantitative easing yang diambil bank sentral Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi penyebab tumpulnya BI rate.

Kedua acuan suku bunga itu tentunya memiliki perbedaan. Saat ini, BI Rate berada pada posisi 6,5 persen atau setara dengan suku bunga 12 bulan.

Sementara, 7-day Repo Rate berada pada level 5,25 persen, atau setara dengan suku bunga operasi moneter 7 hari.

"Jadi tentu BI akan menjaga bahwa tingkat 5,25 persen itu dekat dengan bunga di pasar uang antarbank jangka pendek," kata Agus.

"Dengan 7-day Repo Rate, transmisi kebijakan dari Bank Indonesia ke pasar uang dan bank akan lebih efektif," lanjut Agus.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved