Mulai Berpikir Menyakiti Diri Sendiri, Waspadai Tanda Depresi pada Anak Remaja Anda

Anda memiliki remaja yang tidur sampai siang, menghabiskan sebagian besar waktunya di kamarnya, dan hanya berbicara seperlunya.

Mulai Berpikir Menyakiti Diri Sendiri, Waspadai Tanda Depresi pada Anak Remaja Anda
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Anda memiliki remaja yang tidur sampai siang, menghabiskan sebagian besar waktunya di kamarnya, dan hanya berbicara seperlunya. Setelah beberapa minggu ini, Anda mulai bertanya-tanya: Apakah ia hanya menjadi remaja, ataukah ia menjadi depresi?

Jika Anda telah membaca statistik, Anda tahu bahwa depresi di kalangan remaja adalah hal yang umum. Depresi dan gangguan bipolar adalah diagnosis kesehatan mental paling umum ketiga pada anak-anak 18 tahun ke bawah.

Tapi, bagaimana Anda tahu kapan harus khawatir-dan menentukan apakah anak Anda membutuhkan bantuan?

"Sangat normal bagi remaja untuk menjadi murung dan mudah tersinggung. Namun, tidak semua remaja murung mengalami depresi," kata Stephanie Dowd, Psy.D, psikolog klinis di Anxiety and Mood Disorders Center di Child Mind Institute di New York City.

"Tapi, ada beberapa gejala tertentu yang bisa menjadi “bendera merah”." Berikut adalah delapan sinyal yang perlu Anda awasi

Remaja lebih sering murung

Standar umum yang dipakai adalah, remaja merasa sedih atau mudah marah atau keduanya, pada kebanyakan hari dalam seminggu.

Banyak orang dewasa beranggapan, bahwa tanda remaja depresi adalah lesu atau kurang energi, dan memang itulah yang terjadi.

Remaja tak lagi tertarik pada hobinya

Ia tak ingin lagi bermain gitar atau sepakbola yang awalnya sangat dia sukai. Nama gejala seperti ini adalah anhedonia dan ini harusnya diwaspadai oleh orangtua.

Halaman
123
Editor: soni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved