Pelaku Pengadaan Makam Fiktif Pasang Tarif Hingga Rp 15 Juta

Pelaku yang terlibat pengadaan makam fiktif memasang tarif Rp 8 - 15 juta

Editor: taryono
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kadis Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Djafar Muchlisin saat ditemui Warta Kota di TPU Joglo pada Jumat (19/8). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Permainan pengadaan makam fiktif di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta telah terbongkar.

Praktik busuk tersebut dapat meraup keuntungan sampai belasan juta rupiah.

Di TPU Joglo, Kembangan, Jakarta Barat pihak Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta kembali menemukan makam fiktif. Terdapat 19 kuburan palsu di pemakaman umum ini.

Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menerjunkan pengawas ke tiap - tiap TPU. Hal ini dilakukan guna terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait perkara tersebut.

Pengawas TPU Joglo, Irvin mengungkapkan praktik pengadaan makam fiktif sudah lama dilakukan oleh para pelaku yang terlibat. Ia pun mencoba mengumpulkan data dan membandingkannya dengan data yang masuk ke Dinas dengan di lapangan.

Hasilnya mencengangkan, setelah ditelusuri ternyata memang di TPU Joglo ini banyak terdapat makam fiktif. Pihak Dinas pun melakukan pembongkaran terhadap kuburan - kuburan palsu itu.

"Pelaku yang terlibat pengadaan makam fiktif memasang tarif Rp. 8 - 15 juta," ujar Irvin saat ditemui Warta Kota di TPU Joglo pada Jumat (19/8).

Pihak yang terlibat merupakan Pekerja Harian Lepas (PHL) di pemakaman tersebut. Yang bersangkutan telah diberhentikan dan mendapatkan sanksi yang tegas.

"Untuk TPU Joglo yang pemakaman Kristen, pelaku menjualnya Rp. 14 - 15 juta per unit makamnya," ucap Irvin.

Kendati demikian dari tarif yang dipasang pelaku, tak ada kelas - kelas seperti VIP atau pun yang standar. Biasanya yang membeli lahan hingga belasan juta rupiah dilakukan proses boking terlebih dahulu.

"Banyak orang yang memakamkan anggota keluarga dengan jarak - jarak yang dekat di TPU ini. Makanya diboking dulu, misalnya untuk ibunya, ayahnya, dan anggota keluarga lainnya dengan jarak makam yang berdekatan," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved