Tak Pernah Bertemu Sejak Bayi, Gadis Ini Sering Menangis dan Bertekad Cari Ayahnya

Gadis 16 tahun itu pun mengaku tak tahu bagaimana wajah ayahnya karena tak memiliki satu foto pun.

Facebook/ Nunung Qomariyah
Khalifatun Nadhiroh yang kini tinggal di Pakem, Sleman, sangat merindukan ayahnya. Ia tak pernah bertemu dengannya sejak bayi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sudah hampir empat tahun, seorang remaja asal Demak, Jawa Tengah, begitu merindukan sosok ayah yang tak pernah ditemuinya sejak bayi.

Ia selalu menangis ketika keinginan untuk bertemu ayahnya begitu memuncak.
Khalifatun Nadhirah nama remaja itu, kini tinggal di Pakem, Sleman, Yogyakarta, bersama seorang perempuan yang mau membantu biaya sekolahnya.

Ia terpaksa pindah dari kampung halamannya di Megonten, Kebonagung, Demak, karena sang ibu tak mampu membiayainya melanjutkan sekolah.

Kepada Tribunjogja.com, ia mengaku mulai merindukan ayahnya sejak kelas 2 madrasah tsanawiyah (MTs). Waktu itu ada pertemuan wali murid dan siswa lainnya diwakili oleh ayah.

Hanya ia yang diwakili ibunya. Ketika bertanya pada sang ibu di mana ayahnya, jawaban yang dilontarkan membuat Khalifatun sedih.

"Bapak sudah menikah sama orang Madura," kata Khalifatun menirukan jawaban ibunya saat itu, Kamis (18/8/2016).

Menurut Khalifatun, ayah ibunya berpisah saat ia berusia dua tahun. Sejak saat itu, ayahnya tak pernah lagi datang berkunjung.

Gadis 16 tahun itu pun mengaku tak tahu bagaimana wajah ayahnya karena tak memiliki satu foto pun. Ibunya juga tak memiliki foto lelaki yang pernah menjadi suaminya itu.

Sebenarnya, Khalifah pernah menyatakan keinginannya untuk bertemu sang ayah. Namun, ibunya mengatakan agar Khalifah mengumpulkan uang sendiri.

Yang membuatnya jarang mengungkit masalah ini, ibunya justru mengingatkan, agar Khalifah tak usah kembali lagi bila ingin bertemu ayahnya. Akhirnya, ia hanya bisa menangis.

Saat ini, Khalifah telah bertekad kuat untuk mencari ayahnya. Yang ia tahu, ayahnya bernama Sadiran dan kemungkinan tinggal di Surabaya.

"Rencana saya mau ngumpulin uang dulu dari sekarang buat nyari Bapak di Surabaya," ujarnya.

Di media sosial, ia juga telah memposting keinginannya untuk bertemu ayah. Ia berfoto membawa sebuah kertas, berisi tullisan yang mengungkapkan keinginannya.

Foto itu ia posting di Facebook milik perempuan yang membantunya saat ini. (*)

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved