Berkesenian dan Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Naning Widayati
Seni bukanlah sebatas media hiburan atau ajang untuk menunjukkan eksistensi.
Penulis: heru prasetyo | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seni bukanlah sebatas media hiburan atau ajang untuk menunjukkan eksistensi. Lebih dari itu, seni adalah sebuah media yang paling tepat untuk membentuk dan mengembagkan karakter manusia sejak dini. Naning Widayati adalah sedikit orang yang percaya seni mampu berikan sentuhan berbeda dalam pendidikan di Indonesia.
"Seni itu media berpendidikan. Pembentukan karakter dapat dilakukan lewat seni," terang Naning Widayati yang sejak 2001 menjadi pengajar di SMA Negeri 2 Bandar Lampung. "Itulah yang selalu saya tanamkan dan bagikan kepada anak-anak, termasuk di tim bina vokalia SMAN 2 sepanjang ikuti BICF kemarin," terang dia.
Naning percaya, proses dalam berkesenian adalah hal yang paling utama dan menjadi dasar untuk bentuk kepribadian. Sementara lomba, ia menilai adalah salah satu kegiatan berkesenian untuk mengukur sejauh mana pengalaman dan kompetensi anak.
Saat berkesenian Naning mengatakan banyak nilai karakter yang didapatkan anak. Sebut saja seperti loyalitas, tanggungjawab, kerjasama, disiplin hingga saling menghargai adalah beberapa pelajaran yang secara tidak langsung bisa didapatkan dari berkesenian.
"Itulah yang saya tanamkan. Jadi anak-anak engga perlu mikir kalah atau menang, tapi justru menikmati tiap proses yang dilewati. Itu lebih baik," jelas dia.
"Kehebatan bukan saat berhasil menjadi juara, tapi berani tampil, kenal dan tahu dunia seni ini besar. Mereka bisa melihat panggung yang besar, juri yang berkualitas dan atmosfer yang tidak setiap hari mereka rasakan. Hebat saat mereka bisa hargai proses mereka dan mampu menempatkan diri mereka ada dimana," jelas dia.
Sayangnya, Naning mengatakan tidak banyak sekolah atau institusi seni di Lampung yang menekankan proses tersebut. Akhirnya semua ingin instan, dan hanya mengejar titel yang dapat membanggakan diri atau lembaga.
"Disitulah bedanya. Ketika segala sesuatu menjadi instan kami justru berproses panjang, berlatih serius, dan berusaha bermain musik dengan metode dan teknik yang benar. Kami berusaha meningkatkan kualitas dalam bermain musik, tarik suara dan membentuk pribadi anak-anak," jelas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/naning-widayati_20160821_164113.jpg)