Sidang Kasus Pembunuhan Pasutri

Berlumuran Darah Usai Membunuh Pasangan Kakek Nenek, Remaja Ini Mengaku Habis Dibegal

Masni melihat jaket yang dikenakan Edo berlumuran darah. Edo ketika itu mengaku baru kena begal.

TRIBUN LAMPUNG/Wakos Gautama
Terdakwa pembunuhan kakek nenek saat di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (25/8/2016). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Edo Pratama (19), terdakwa pembunuhan, didakwa pasal berlapis oleh jaksa penuntut umum. Dakwaan dibacakan pada persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (25/8/2016).

Edo menjadi terdakwa pembunuhan terhadap pasangan kakek nenek bernama Halim Sari dan Hartini, pada April lalu.

Edo menusuk pasangan itu menggunakan pisau yang dibawanya. Edo menusuk keduanya di rumah korban di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pidada, Panjang, Bandar Lampung.

Usai membunuh pasangan kakek nenek, Halim dan Hartini, terdakwa Edo Pratama (19) mengaku kena begal.

Di dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) Desi Andriani menyebutkan bahwa usai Edo menusuk Hartini dan Halim, ia melarikan diri ke rumah temannya bernama Masni.

Masni melihat jaket yang dikenakan Edo berlumuran darah. Edo ketika itu mengaku baru kena begal.

Namun, Masni tidak mau membukakan pintu rumahnya. Edo pun meninggalkan jaketnya di depan rumah Masni.

Edo pergi ke Kota Metro, lalu pergi lagi ke rumah temannya di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Karena temannya tidak ada di rumah, Edo pergi ke daerah Muara Enim, Sumsel.

Di sana, Edo tinggal bersama seorang kakek yang baru dikenal. Jejak Edo tercium polisi. Aparat Polsek Panjang menangkap Edo di rumah tersebut.

Halaman
123
Penulis: wakos reza gautama
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved