Ketua PARFI Tersandung Narkoba
Pengacara Sebut Ada yang Sengaja Mamasukkan Sabu ke Saku Jas Aa Gatot
Ketika ia tiba di bandara, kata Karta, banyak penggemarnya merubung dan berebut berpelukan dengannya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Aa Gatot Brajamusti punya alasan sendiri soal sabu yang ditemukan polisi di saku jasnya saat dia diringkus di sebuah hotel di Mataram, NTB, Minggu (28/8/2016) malam, pukul 23.00.
Pengacara Aa Gatot, Muara Karta, mengatakan, saat ini dirinya masih sangsi dengan hasil tes urine kepolisian.
Karta mengatakan, saat awal diringkus hasil tes urin Aa Gatot menunjukkan negatif.
Tapi ketika dites lagi keesokan harinya, Senin (29/8/2016), hasilnya berubah jadi positif.
"Makanya kita mau minta tes urin lagi. Apabila hasilnya positif, kami mau minta agar dites lewat rambut. Sebab urin itu kan bisa berubah-ubah," kata Karta kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com ketika dihubungi via telepon, Jumat (2/9/2016) pagi.
Sementara soal barang bukti sabu yang ditemukan di saku jas Aa Gatot, kata Karta, kliennya itu punya alasan sendiri.
Karta mengatakan, jas yang ia pakai di hari penangkapan adalah jas yang sama dengan yang ia pakai saat dirinya baru tiba di Mataram pada Rabu (24/8/2016).
Ketika ia tiba di bandara, kata Karta, banyak penggemarnya merubung dan berebut berpelukan dengannya.
"Saat itulah Aa Gatot menduga ada seseorang yang memasukkan sabu ke saku jasnya," ucap Karta.
Sebab orang terlalu ramai, sehingga Aa Gatot tak tahu apa yang orang-orang itu lakukan terhadapnya.
Selanjutnya, jas itu kembali ia pakai di hari pemilihan ketua Parfi pada Minggu (28/9/2016).
Dia tak pernah mengeceknya sampai polisi datang dan menggeledahnya, lalu ditemukan sabu di salah satu sakunya.