Tarsisius Manfaatkan Pekarangan untuk Beternak Landak Mini
Peternak landak mini, Tarsisius Kodrad mengaku mulai tertarik membudidayakan landak mini terhitung September 2012 lalu
Penulis: Ferika Okwa Romanto | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Ferika O Romanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Peternak landak mini, Tarsisius Kodrad mengaku mulai tertarik membudidayakan landak mini terhitung September 2012 lalu. Dengan memanfaatkan pekarangan belakang rumahnya yang berukuran 4x6 m, ia memulainya dari sepasang indukan landak mini.
Hanya dalam hitungan bulan saja, kata dia, mamalia indukan mini ini mulai punya anak dua ekor dan selanjutnya berkembang. Hingga akhirnya, tidak kurang dari 40 ekor landak mini yang dimilikinya kini. Bahkan, beberapa indukan sudah mulai hamil dan siap melahirkan.
“Untuk reproduksinya terbilang cepat kok. Terhitung sejak dilahirkan, seekor landak betina berusia enam bulan sudah siap untuk dikawinkan dengan pejantannya. Di mana, anak landak yang lahir dari hasil perkawinan ini rata-rata 4-5 ekor,” kata Kodrad.
Dia mengatakan, masa kehamilan dari indukan landak ini berkisar 35-40 hari. Ketika sudah lahir, bayi landak selama dua minggu buta dan menyusui hingga berusia dua bulan. Di usia tiga bulan dengan berat berkisar 100 – 150 gr ini, landak sudah siap dipasarkan.(fer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/tarsisius-kodrat_20160903_224542.jpg)