Dinas Peternakan Sosialisasi Cara Penyembelihan Hewan Kurban

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanggamus mulai mensosialisasikan cara penyembelihan hewan kurban yang benar kepada panitia penyembelihan

Penulis: Tri Yulianto | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanggamus mulai mensosialisasikan cara penyembelihan hewan kurban yang benar kepada panitia penyembelihan kurban jelang Idul Adha.

Menurut Kabid Kesehatan Hewan dan Veterner Eko Turyono mewakili Kadisnak Romas Yadi, sosialisasi dilakukan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama Tanggamus.

"Kami menerangkan tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik dalam artian tidak menyiksa hewan, sebab hewan juga mahluk hidup, kemudian yang higienis sehingga dagingnya aman dikonsumsi," ujarnya, Minggu (4/9).

Menurut Eko, sosialisasi seperti ini dianggap perlu sebab panitia kurban di tiap masjid dan musala bukanlah orang yang berprofesi sebagai penyembelih. Oleh karena itu dikhawatirkan masyarakat asal menyembelih yang mengakibatkan hewan menderita.

"(Tindakan asal menyembelih sampai membuat hewan menderita) tentu dilarang dalam ajaran agama Islam. Oleh karenanya sosialisasi ini kami lakukan di tiap kecamatan, dan yang sudah diadakan di Kota Agung, Gisting selanjutnya giliran ke kecamatan lainnya," terang Eko.

Selain cara menyembelih yang baik, Eko mengatakan, sasaran sosialisasi yaitu untuk tercapainya kesehatan daging kurban layak konsumsi, yakni asli, segar, utuh, higienis atau halal (asuh). Harapannya, di saat hari raya kurban, daging yang dibagikan ke umat muslim merupakan daging yang asuh sehingga layak konsumsi."Sebab tujuan hari besar keagamaan itu baik maka lengkapi dengan prosedur yang benar pula," katanya.

Ketentuan penyembelihan dimulai dari pemilihan lokasi yang harus bersih dan terbuka. Lalu penyembelih harus laki-laki yang dewasa, sehat jasmani dan rohani. Memiliki kemampuan teknis menyembelih yang baik dan benar. Kemudian alatnya berupa pisau atau parang yang mesti tajam, cukup panjang agar sekali hulus biar tidak menyiksa, bersih, dan tidak berkarat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved