IRT di Pinrang Lahirkan Empat Bayi Kembar Siam, Satu Meninggal, Tiga Dirawat Intensif

Sebelumnya, keempat bayi kembar dari pasangan Reski dan Nurmiati, warga Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, lahir prematur.

IRT di Pinrang Lahirkan Empat Bayi Kembar Siam, Satu Meninggal, Tiga Dirawat Intensif
KOMPAS.Com
Nurmiati, ibu rumah tangga di pinrang sulawesi selatan berhasil melahirkan empat bayi kembar siam sekaligus. Karena lahir prematur dan beratnya dibawah normal bayinya kini sednag ditangani intensif tim dokter ahli anak RSUD Lasinrag pinrang, 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PINRANG - Seorang ibu melahirkan empat bayi kembar siam di RSU Lasinrang Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (5/9/2016). Tiga perempuan dan satu laki-laki.

Satu bayi di antaranya meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Sementara tiga bayi lainnya dirawat intensif.

Sebelumnya, keempat bayi kembar dari pasangan Reski dan Nurmiati, warga Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, lahir prematur dengan dengan berat badan di bawah normal masing-masing 450 gram, 500 gram, 600 gram dan 900 gram.

Sejumlah tenaga medis yang menangani bayi tersebut memantau rutin kondisi ketiga bayi kembar yang masih dalam kondisi kritis karena kesulitan bernafas.

Dokter spesialis anak RS Lasinrang Pinrang, dr M Syahrir Rusydi, menyebutkan, ketiga bayi kembar yang masih hidup kini dalam penanganan intensif tim dokter.

“Kondisinya masih lemah karena lahir rata-rata beratnya jauh di bawah normal. Kini sedang kami upayakan dengan cara memberi bantuan pernafasan,” tutur Syahrir.

Para tenaga medis yang menangani bayi kembar tersebut terlihat sibuk memberikan nafas buatan kepada bayi kembar empat tersebut karena kondisi kesehatannya masih sulit untuk bernafas.

Ruangan perawatan tempat ketiga bayi kembar siam tersebut telah disterilkan petugas rumah sakit dari jangkauan warga atau pasien lain agar bocah ini bisa hidup lebih tenang dan tidak kaget dengan suara atau getaran keras yang bisa memengaruhi keselamatan para bayi.

Sementara itu, Nurmiati, sang ibu, masih terbaring lemas di rumah sakit pasca-melahirkan. Nurmiati dan suaminya, Reski, berharap tim dokter yang menagani bayinya bisa selama dan tumbuh sehat seperti bayi lainnya.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved