Para Perampok Ini Bawa Perlengkapan Panjat Tebing, Tak Jadi Digunakan Akibat Pagar

Saat beraksi di rumah korban, otak perampokan Adhi John Suyadi (38) memang hanya berdua dengan Samadi.

Warta Kota
Pelaku saat mempraktikkan adegan melompat pagar. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMANGGI - Aksi perampokan dan penyanderaan di rumah mewah milik Asep Sulaeman, di Jalan Bukit Hijau 8, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Pondok Indah, Jakarta Selatan, seolah-olah direncanakan rapi oleh para pelaku. Tetapi sebenarnya, ada beberapa kekonyolan yang ditunjukkan tersangka.

Hal itu terlihat dalam rekonstruksi perkara tersebut di rumah korban, Selasa (13/9/2016) siang.

Saat beraksi di rumah korban, otak perampokan Adhi John Suyadi (38) memang hanya berdua dengan Samadi.

Keduanya datang dengan diantar tiga pelaku lainnya menggunakan mobil Fortuner milik Adhi John.

Mereka lalu berjalan ke rumah korban yang mewah. John dan Samadi datang dengan membawa sebuah besi besar bercula. Besi itu untuk memanjat pagar.

Mereka juga membawa carabiner dan tali panjat untuk memanjat tebing.

Tapi setelah tiba di pagar. Besi, carabiner, dan tali panjat itu tak jadi dipergunakan. Sebab, pagar itu pendek dan bisa dipanjat begitu saja.

Rupanya, kedua pelaku salah memperkirakan tinggi pagar saat menyurvei lokasi, dua hari sebelum beraksi.

Kedua pelaku memang sempat melihat-lihat rumah korban, untuk menyiapkan apa saja yang perlu dibawa pada Kamis (1/9/2016), dua hari sebelum hari mereka beraksi.

Peristiwa perampokan disertai penyanderaan itu terjadi pada Sabtu (3/9/2016).

Dua pelaku sempat masuk rumah korban dan merebut beberapa harta benda.

Tapi, keduanya membatalkan aksi dan menyerah, setelah warga dan polisi mengepung rumah itu.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved