66 Persen Warga Bandar Lampung Sudah Jadi Peserta JKN-KIS

Hingga Agustus 2016, sekitar 66 persen dari total penduduk Bandar Lampung, telah tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu

66 Persen Warga Bandar Lampung Sudah Jadi Peserta JKN-KIS
TRIBUN LAMPUNG/Eka Ahmad Solichin

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hingga Agustus 2016, sekitar 66 persen dari total penduduk Bandar Lampung, telah tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Jumlah penduduk Bandar Lampung yang sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS dari seluruh segmen peserta, mencapai 768.465 jiwa, dari total keseluruhan penduduk sebanyak 1.168.099 jiwa," ungkap Kepala Unit Manajemen Kepesertaan dan UPMP4 BPJS Kesehatan KCU Bandar Lampung, Edi Wiyono, Sabtu (17/9/2016).

Rinciannya adalah untuk jenis kepesertaan APBN/PBI (penerima bantuan iuran) sebanyak 307.583 orang, pegawai swasta (191.701 orang), TNI/Polri/PNS Kemhan (14.864 orang), PNS (100.181 orang), pekerja bukan penerima upah (PBPU)/perorangan (108.154 orang), dan peserta bukan pekerja/pensiunan (45.982 orang).

"Paling banyak didominasi oleh kepesertaan dari PBI bantuan dari APBN," terangnya.

Sementara, Kepala Unit Hukum, Komunikasi Publik, dan Kepatuhan BPJS Kesehatan KCU Bandar Lampung, Mella Prihati memaparkan, BPJS Kesehatan KCU Bandar Lampung pun melakukan berbagai upaya dalam rangka mengejar target pencapaian kepesertaan tersebut di antaranya melalui fungsi koordinasi dengan pemerintah kota (pemkot).

"Jadi melalui fungsi ini kita tekankan ke pemkot bahwa seluruh pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerja mereka menjadi peserta JKN-KIS," jelasnya.

Upaya lainnya yakni melakukan pemeriksaan terhadap badan usaha atau perusahaan yang sudah bergabung tapi belum dimasukkan keseluruhan pekerjanya.

"Jadi kami keliling ke badan usaha di wilayah Kota Bandar Lampung, untuk mendata yang belum mendaftarkan pesertanya, belum lengkap laporannya dan lainnya," tuturnya.

Jika sudah dilakukan pemeriksaan ternyata masih membandel maka akan ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi administratif berupa teguran beberapa kali, denda, dan terakhir dilimpahkan ke instansi berwenang baik disnaker dan kejaksaan.

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved