Wanita Pengasuh Cekik Balita hingga Tewas karena Merasa Terganggu Sedang Merokok, Apa Penjelasannya?

Ketika itu korban rewel, menangis ingin buang air besar. Sementara itu, pelaku Yul sedang merokok.

Wanita Pengasuh Cekik Balita hingga Tewas karena Merasa Terganggu Sedang Merokok, Apa Penjelasannya?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HO HUMAS POLDA KALBAR
(Kiri) Yul, pengasuh yang tega mencekik Nando yang rewel, karena terganggu saat asyik menikmati rokok. Ia kini telah diamankan di Mapolres Singkawang. (Kanan) Jasad Nando, bocah empat tahun yang tewas dicekik pengasuh. 

Patricia Elfira Vinny, psikolog klinis Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong memberikan gambaran secara psikologis. Berikut uraiannya:

"Kalau kita lihat dari sisi pelakunya, pelaku bisa saja sedang mengalami tekanan (stress), akibat permasalahan yang mungkin saja sedang dialaminya.
Pembunuhan bisa terjadi jika pada saat bersamaan terdapat penanganan masalah (Coping) yang salah.

Dengan meniadakan sumber lain penyebab stress, (disini, sumber lain tersebut berupa tangisan korban), ini sudah memberikan kenyamanan tersendiri bagi seseorang.

Karena sumber stress atau biasa disebut Stressor tadi hilang.
Coping yang salah, bisa terjadi akibat pengalaman yang kurang menyenangkan, serta pemikiran yang negatif terhadap lingkungannya.

Jika kita lihat dari kasus ini, sebelum melakukan pembunuhan, pelaku sedang merokok. Menurut penelitian, kegiatan merokok dapat diasumsikan seseorang sedang berupaya memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri.

Bagi orangtua, pertama-tama carilah pengasuhan atau tempat penitipan anak yang memiliki fasilitas yang baik dan aman tentunya. Jika memilih orang lain sebagai pengasuh, bisa memilih dari sumber yang terpercaya, misalnya jasa baby sitter yang sudah bersertifikat.

Jikapun tidak ditemukan, bisa mencari orang kepercayaan seperti mencari rekomendasi dari saudara terdekat. Orangtua perlu memberikan pengawasan secara terus-menerus kepada anak.

Walau bekerja, bukan berarti tak memberikan pengawasan terhadap anak. Selain itu, orangtua juga harus jeli dengan siapa anak mereka dititipkan.

Jeli disini yaitu melihat perilaku yang kurang wajar misalnya, seperti sikap pendiam, kurang interaksi antara pengasuh dengan orangtuanya ataupun terlalu sering melakukann kelalaian.

Itu bisa dijadikan bahan pertimbangan, sebagai satu di antara upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemasangan kamera pengintai atau CCTV, bisa menjadi alternatif pilihan bagi orangtua dari keluarga berkecukupan. Namun yang pasti, menjalin relasi yg baik dengan orang lain dan lebih mawas diri itu yang paling utama.

Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved