Detik-detik Akhir Dukung Ahok, Ini Alasan PDIP Ingin Jadi Pengusung Utama

Datang terakhir, tapi PDI Perjuangan ingin diposisikan sebagai partai pengusung utama pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur

Editor: soni
Ihsanuddin
Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama dan wakilnya Basuki Thahaja Purnama menghadiri pengumuman calon kepala dan wakil kepala daerah PDI-P di Kantor DPP PDI-P Jakarta, Selasa (20/9/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Datang terakhir, tapi PDI Perjuangan ingin diposisikan sebagai partai pengusung utama pencalonan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Salah seorang pengurus PDI Perjuangan, Hamka Haq mengungkapkan alasan ketua umum partainya, Megawati Soekarnoputri meminta syarat tersebut kepada Ahok.

Alasan utamanya, yakni karena Fraksi PDI Perjuangan sebagai penguasa utama kursi di DPRD DKI Jakarta, dengan 28 kursi.

"Yah permintaan Bu Mega sekaligus nasihatnya ke Ahok, minta PDIP menjadi pengusung utama. Karena PDIP kan urutan pertama perolehan kursi di DPRD," kata Hamka saat dihubungi, Rabu (21/9/2016).

Hamka mengakui posisi partai pengusung itu mempunyai sejumlah nilai lebih, di antaranya pengambil komando kampanye pasangan calon. Dan ia tidak menampik akan menjadi lelucon atau 'gengsi' jika partai sebesar PDI Perjuangan selaku fraksi parpol terbesar di DPRD DKI jika hanya sekadar menjadi partai pendukung.

Sebab, PDIP mempunyai 28 kursi di DPRD DKI Jakarta. Sementara, kepemilikan kursi tiga fraksi partai lain yang lebih dulu mengusung Ahok sebagai cagub di bawah PDIP.

Fraksi Parta Nasdem hanya 5 kursi, Golkar 9 kursi dan Hanura 10 kursi. "Tiga partai yang duluan itu kan walau dijumlah hanya 24 kursi," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved