Presiden PKS Ungkap Cerita di Balik Batalnya Pencalonan Mardani Ali Sera

Padahal, awalnya PKS telah mengajukan kadernya Mardani Ali Sera sebagai calon wakil gubernur.

Presiden PKS Ungkap Cerita di Balik Batalnya Pencalonan Mardani Ali Sera
FACEBOOK SANDIAGA UNO
Sandiaga Uno bersama Mardani Ali Sera dan kader PKS di DPP PKS. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya resmi mengusung pasangan calon Anies Baswedan - Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta. Padahal, awalnya PKS telah mengajukan kadernya Mardani Ali Sera sebagai calon wakil gubernur untuk mendampingi Sandiaga Uno.

Namun, komposisi tersebut berubah di detik-detik akhir masa pendaftaran. Menanggapi hal itu, Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan hal tersebut merupakan suatu kewajaran dalam politik, sebab politik memang tidak selalu linier.

"Selalu ada perubahan konstelasi sehingga kami harus merespon situasi yang berubah dengan tepat sekaligus proporsional. PKS mengutamakan dua hal yakni spirit kebersamaan dan prospek kemenangan," ungkap Sohibul kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu (25/9/2016).

Atas dasar itu dan kesepahaman dengan Gerindra, Sohibul menuturkan PKS rela melepas posisi calon wakil gubernur, sekaligus mengubah komposisi pasangan calon.

Beberapa nama kemudian dimunculkan untuk menggantikan pososi Mardani. Di antaranya ialah Yusuf Mansyur, Yoyok Sudibyo, Anies Baswedan, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Dari beberapa nama itu, Anies Baswedan yang kemudian terpilih memjadi calon gubernur, didampingi Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur. Meskipun PKS sempat pula membahas duet Yusril Ihza Mahendra - Sandiaga Uno untuk dicalonkan.

"Tentu ini ijtihad politik, dalam batas ruang dan waktu yang ada kami menganggap itu ijtihad paling optimal," tutur Sohibul.

Ia pun berharap semua pihak, termasuk kader-kader PKS mampu mehami ijtihad tersebut. Sebab, Anies dan PKS sempat bersebrangan kubu di Pilpres 2014. Di kala itu, Anies berdiri di kubu Jokowi sedangkan PKS di kubu Prabowo.

"Tentu tidak bisa memuaskan semua pihak dan tidak terlepas dari kekurangan, tapi dengan semangat kebersamaan untuk menyukseskan hasil ijtihad ini, Insya Allah kekurangan tadi akan bisa kami sempurnakan," papar Sohibul.

Penulis : Rakhmat Nur Hakim

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved