Headline News Hari Ini

Anak Penjual Pecel Sabet Emas PON

Angkat berat, atletik, panahan, terjun payung dan taekwondo adalah cabang olahraga (cabor) yang berhasil menyumbangkan perolehan medali bagi Lampung.

antaranews
Viky Ardyanto 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Kontingen PON Lampung 2016 terus menambah pundi-pundi medali dalam gelaran PON XIX Jawa Barat 2016. Angkat berat, atletik, panahan, terjun payung dan taekwondo adalah cabang olahraga (cabor) yang berhasil menyumbangkan perolehan medali bagi Lampung.

Bahkan, lifter angkat berat Lampung Viky Ardyanto berhasil memecahkan rekor atas namanya sendiri, Minggu (25/9). Viky yang turun di kelas 66 kilogram (kg) putra berhasil unggul jauh dari lawan-lawannya. Anak pedagang pecel itu bahkan tidak sampai menyelesaikan angkatan terakhirnya karena angka yang didapat sudah cukup tinggi.

"Sebenarnya memang saya sudah menargetkan harus dapat emas. Tapi itu target dari diri saya sendiri. Kalau pelatih dan manajer tidak mengharuskan, yang penting berusaha. Makanya saya berjuang semaksimal mungkin supaya bisa dapat emas," kata Viky melalui ponselnya, tadi malam.

Bertanding di GOR Sabilulungan, Soreang, Bandung, Viky menjelaskan, total angkatan yang berhasil dicatatkannya dalam gelaran PON Jabar ini seberat 798 kg. Total angkatan itu berhasil mengalahkan rekor sebelumnya di PON Riau atas namanya sendiri yakni seberat 797,5 kg.

Anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Purwanto dan Turminah asal Wates, Pringsewu itu mengaku akan terus berjuang di angkat berat dan mengharumkan nama Lampung dalam ajang-ajang besar lainnya.

Disinggung bonus Rp 200 juta yang dijanjikan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo bagi atlet PON peraih medali emas, Viky mengaku sempat terpikirkan dan memang janji itu yang menjadi motivasi baginya.

"Kalau tidak salah juga, bagi yang dapat emas akan diusahakan menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Ya mudah-mudahan benar bisa (jadi PNS). Itu (bonus) memang menjadi motivasi saya untuk bisa meraih hasil maksimal," tutur mahasiswa Universitas Muhammadiyah, Pringsewu, Lampung, jurusan

Manajemen Keuangan tersebut.

Terkait penggunaan bonus, Viky mengaku akan digunakan untuk membangun rumah sendiri dan bisnis. "Kalau orangtua kan sudah ada rumah. Saya bangun (rumah) tidak jauh dari rumah orangtua. Kalau bisnisnya, belum terpikirkan mau bisnis apa. Tapi yang pasti saya mau berbisnis," ujar jebolan Padepokan Gajah Lampung tersebut.

Tak Tekankan Target

Pelatih angkat berat Lampung Edy Santoso mengatakan, ia tidak menekankan target apapun kepada para atletnya. "Semua (atlet angkat berat), tidak hanya ke Viky, saya tidak menekankan target apapun. Yang penting mereka mau berusaha dan berjuang," ujar Edy.

Anak dari mantan lifter Imron Rosadi menambahkan, ketika bertanding Viky juga sedang mengalami cedera. Oleh karena itu, lanjut Edy, Viky tidak melanjutkan angkatannya di angkatan ketiga. "Dua angkatan pertama dia angkanya sudah unggul jauh. Jadi buat apa dipaksakan lagi," terang Edy seraya mengatakan cedera yang dialami Viky adalah kram otot.

Berita Selengkapnya Baca Koran Tribun Lampung Edisi Senin 26 September 2016

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved