Depresi dan Mudah Marah Bisa Jadi Gejala Migrain

“Beberapa pasien akan merasa sangat tertekan atau tiba-tiba murung tanpa alasan,"

Depresi dan Mudah Marah Bisa Jadi Gejala Migrain
Puresciencelab
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Migrain merupakan sakit kepala yang banyak dikeluhkan. Seringnya, rasa sakit ini hanya terjadi pada satu sisi kepala. Namun, serangan migrain bisa berbeda pada setiap inidividu. Nah, berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala yang biasanya terjadi bila migrain menyerang. 

1. Mengalami aura
Gejala migrain bisa ditandai melalui bentuk visual seperti cahaya benderang, titik-titik, atau garis-garis. "Anda mungkin melihat garis bergerigi kecil yang mengembang menjadi lintasan lalu bergerak melengkung," kata Anne Calhoun, MD, partner and cofounder Carolina Headache Institute, di Chapel Hill, NC. Aura ini biasanya terjadi lima sampai satu jam dengan 60 menit jeda sebelum migrain muncul.

2. Depresi, mudah marah, atau kegirangan
Rasanya memang sedikit aneh. Namun, perubahan mood juga bisa menandai gejala migrain. “Beberapa pasien akan merasa sangat tertekan atau tiba-tiba murung tanpa alasan," kata Dr Calhoun Menurut studi American Academy of Neurology pada tahun 2010, depresi sedang atau berat meningkatkan risiko migrain episodik menjadi kronis.

3. Satu bagian tubuh melemah
Pernakah Anda merasa lemas pada bagian lengan atau bagian sisi tubuh lainnya? Nah, selidik punya selidik hal itu bisa menandai gejala migrain. Sebab, beberapa orang kerap mengalami kelemahan otot pada bagian tertentu sebelum serangan migrain.

Namun, hati-hati. Hal itu juga bisa menandai gejala stroke. Jadi, alangkah lebih baik bila kita segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

4. Tidur tak nyenyak
Pernakah Anda merasa lelah saat bangun di pagi hari? Atau kesulitan untuk tidur pada malam hari? Bila iya, sebaiknya Anda perlu waspada. Sebab keduanya merupakan masalah yang sering dijumpai oleh penderita migrain.

"Banyak orang menderita insomnia sebagai akibat migrain mereka," kata Edmund Messina, MD, direktur medis dari Headache Clinic Michigan, di East Lansing. Terganggungnya jadwal tidur ini boleh dibilang sebagai “lingkaran setan”. Sebab, banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur juga dapat memicu migrain.

5. Hidung tersumbat atau mata berair
Ada juga penderita mingrain yang memiliki gejala sinus, seperti hidung tersumbat, kelopak mata turun dan mata berair. Sebuah penelitian menemukan, 90% orang-orang yang mengeluh sakit kepala karena sinus, ternyata juga memiliki migrain.

6. Mengidam
Mengidam tak hanya terjadi pada wanita hamil saja. Selidik punya selidik penderita migrain juga bisa mengalaminya. Mereka akan ngidam sebelum serangan migrain terjadi. Menurut Dr. Messina, biasanya makanan yang diinginkan adalah coklat.

7. Nyeri leher
Banyak orang yang mengalami nyeri pada bagian leher ketika migrain menyerang. Menurut National Headache Foundation, 38 persen dari penderita migrain mengalami nyeri leher selama mingrain muncul hingga berakhir.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved