"Saya Menunggu Ia Ganti Baju," Elak Pria yang Tepergok Berduaan di Kamar Kos di Siang Bolong

Berkali-kali dilakukan razia terhadap tempat kos-kosan di Kota Blitar, belum membuat para pelajar kapok.

Tribun Lampung / Perdi
Selepas Lebaran, petugas Badan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung kembali gencar melakukan razia. Hasilnya, petugas berhasil menjaring dua pasangan mesum di indekos, Selasa (4/8). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLITAR - Berkali-kali dilakukan razia terhadap tempat kos-kosan di Kota Blitar, belum membuat para pelajar kapok.

Buktinya, pada razia siang bolong, Jumat (30/9/2016), petugas Satpol PP Kota Blitar masih menemukan pelajar perempuan dan pacarnya di dalam kamar kos.

Itu terjadi saat petugas mendatangi rumah kos di jalan Bali, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

Kedatangan petugas yang mendadak itu tak diketahui para penghuni kos yang tarifnya sekitar Rp 350 ribu per bulan tersebut.

Begitu tiba, petugas langsung mengecek satu per satu para penghuninya. Caranya, petugas mengetuk pintu kamarnya, dan menyuruh penghuninya menunjukkan identitasnya.

Setelah didata identitasnya dan tak ditemukan sesuatu yang mencurigakan, petugas giliran mengecek ke kamar sebelahnya.

Namun, saat mengecek salah satu kamar kos itu,petugas kaget karena ditemukan dua anak remaja, yang berlainan jenis berada dalam satu kamar kos itu, dengan pintunya tertutup rapat.

"Padahal, itu kos-kosan bukan untuk keluarga sehingga mereka, kami suruh keluar kamar," kata Harianto, Kepala Satpol PP Kota Blitar.

Memang, saat itu mereka hanya sedang duduk-duduk di atas tempat tidurnya, namun karena usianya masih remaja sehingga petugas curiga.

Akhirnya, mereka ditanya identitasnya dan tak bisa menunjukkan KTP. "Ternyata, si perempuannya itu masih pelajar kelas 3 SMK, sedang si laki-lakinya sudah kuliah. Namun, ia mengaku lupa membawa KTP," tuturnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Karena mereka masih pelajar, petugas mendatanya, terkait alamatnya, dan telepon orangtuanya.
Nantinya, papar Harianto, orangtuanya akan dipanggil, untuk diberi tahu, bahwa anaknya telah berbuat seperti itu.

"Jika mereka ketahuan kembali berbuat seperti itu, kami akan menindaknya, dengan tegas," ungkapnya.
Kepada petugas, si laki-lakinya itu mengaku berada di dalam kamar kos pacarnya karena disuruh mengantarkan beli makanan.

"Saya tadi, menunggu ia ganti baju, kemudian keluar makan bersama," akunya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Yang membuat petugas merasa aneh, karena si perempuannya itu mengaku rumahnya berada di jalan Nias, yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempat kosnya itu.

Namun, saat ditanya petugas, mengapa kok kos? Ia dengan santai menjawab, hanya kepingin kos saja.
Sementara, si laki-lakinya berasal dari jalan Mayang, yang berjarak sekitar 3 km.

Editor: soni
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved