Cara Hadapi Didikan Orangtua yang Keras dan Otoriter
Untuk masalah anda idealnya lebih difokuskan lagi sehingga anda dan orang tua bisa mencari jalan keluarnya secara bijaksana.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Psikolog. Saya butuh konseling untuk mendapatkan kebebasan yang bernorma dari didikan orangtua saya yang keras dan otoriter, yang lebih sering melakukan kekerasan fisik dari pada kelemah lembutan orangtua. Mohon solusinya, terima kasih.
Pengirim: +6285840790xxx
Orangtua dan Anak Cari Jalan Keluar Bersama
Kami jelaskan idealnya seorang anak memiliki keluarga yang baik untuk tumbuh kembangnya sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang matang dan bertanggung jawab.
Namun terkadang ada beberapa situasi sulit dalam menghadapi anak sehingga tanpa disadari ortu melakukan hal - hal yang dapat membahayakan atau melukai anak dan biasanya tanpa alasan yang jelas, misalnya :
1. Penyiksaan fisik saat orangtua marah atau frustasi misalnya cubitan, tendangan, pukulan, menyundut dengan rokok dll dengan tujuan menegakkan disiplin yang tidak sesuai dengan usia anak sehingga justru membahayakan keselamatan anak.
Penyiksaan yang berlangsung terus menerus dalam jangka waktu lama akan meninggalkan bekas baik fisik maupun psikologis, biasanya anak merasa tidak aman, memiliki perilaku merusak, sulit mengembangkan kepercayaan kepada orang lain sehingga butuh waktu lama untuk proses pemulihannya,
2. Penyiksaan emosi misalnya dengan merendahkan atau meremehkan anak, Anak yang tidak diperhatikan/orang tua tidak memenuhi kebutuhan emosi anak, anak yang suka diancam, anak yang tidak diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan bersama temannya atau membiarkam anak mencuri, berbohong, nonton film porno atau terlibat penyalahgunaan obat sehingga anak juga mengalami luka psikologis yang cukup dalam dan penyembuhan yang cukup lama juga,
3. Pelecehan seksual dari yang tanpa sentuhan sampai eksploitasi seksual anak sehingga anak bisa mengalami kelainan seksual,
4. Pengabaian anak misalnya terlambat mencari bantuan medis, tidak disekolahkan dengan baik, berantem di depan anak sehingga anak mengalami kesulitan dalam penyesuan diri.
Hal - hal yang biasanya menyebabkan orang tua melakukan kekerasan pada anak adalah: orang tua yang tidak kompeten sebagai orang tua, orang tua kurang memiliki pengetahuan, harapan yang tidak realistis terhadap anak, pengalaman negatif orang tua saat kecil, orang tua tidak menyukai peran sebagai orang tua, orang tua yang memiliki gangguan jiwa, orang tua menggunakan obat-obatan dll.
Untuk masalah anda idealnya lebih difokuskan lagi sehingga anda dan orangtua bisa mencari jalan keluarnya secara bijaksana sehingga orangtua dapat menjadi orang tua yang baik dan anda mampu mengembangkan diri dengan baik juga.
Retno Riani MPsi
Psikolog
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ibu-dan-anak-2_20151012_162151.jpg)