Toyota dan Daihatsu Terima Larangan Pemerintah Agya-Ayla Gagal Jadi Taksi Online

Pembatasan kapasitas mesin mobil yang digunakan untuk taksi online berpengaruh pada mobil berjenis LCGC yang memang secara kapasitas mesin di bawah

Toyota dan Daihatsu Terima Larangan Pemerintah  Agya-Ayla Gagal Jadi Taksi Online
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Mobil Toyota Agya dipamerkan dalam acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2013). Acara yang memamerkan berbagai produk kendaraan dari puluhan agen tunggal pemegang merek (ATPM) ini akan berlangsung hingga 29 September 2013. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pembatasan kapasitas mesin mobil yang digunakan untuk taksi online berpengaruh pada mobil berjenis LCGC yang memang secara kapasitas mesin dibawah standar dari aturan yang ditetapkan.

Para pabrikan pun pasrah mobil LCGC dilarang.

Pelarangan tersebut secara umum terkait dengan masalah keamanan dan kenyamanan.
Sehingga hanya mobil-mobil bermesin dengan kapasitas diatas 1.300cc yang boleh dipakai untuk taksi online.

Apakah hal tersebut bisa jadi opini negatif terhadap mobil-mobil LCGC?
Toyota misalnya, tidak terlalu mempermasalahkan kalau mobil-mobil LCGC dilarang untuk taksi online.

Toyota sendiri punya andalan Toyota Agya dan Toyota Calya di segmen tersebut dan yang disebut pertama sudah banyak digunakan sebagai taksi online.

"Prinsipnya Toyota dalam menyediakan produk selalu merujuk pada regulasi pemerintah yang berlaku, dalam hal produksi, fungsi serta peruntukkannya. Untuk taksi sendiri sudah ada Limo," ujar PR Manager Toyota Astra Motor, Rouli Sijabat.

Soal anggapan mobil LCGC tidak aman dan nyaman, Rouli mengungkapkan kalau hampir semua kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia memiliki fitur keselamatan standar seperti dual airbag dan rem ABS, juga setbelt di semua kursi.

Begitu juga dengan Honda, melalui Direktur Marketing dan Aftersales Service Honda Prospect Mototr, Jonfis Fandy mengaku akan mengikuti peraturan tersebut.

Sehingga LCGC andalannya Honda Brio dilarang sebagai taksi online, tidak dipermasalahkan.
"Itu masalah kapasitas mesin, bukan keamanan dan kenyamanan. Aman dan nyaman ini lebih cenderung pemerintah tidak ingin mobil kecil diisi berlebihan. Itu terjemahan yang kami baca, jadi ikuti saja karena tujuannya baik," ujar Jonfis.

Sedang Daihatsu yang juga punya Daihatsu Ayla dan Daihatsu Sigra, memilih untuk tidak banyak berkomentar.
"Itu aturan pemerintah, saya tidak berwenang menjawab regulasi kapasitas mesin 1.300cc tersebut. Soal aman atau tidak nyaman kan itu juga dari mereka," ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor

Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved