Menyambut Kapolda Lampung yang Baru: Surga bagi Warga dan Neraka bagi Penjahat
Senjata api yang dimiliki anggota reserse harus dimanfaatkan dengan bijaksana bukan untuk bergaya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin melepas jabatan yang telah diembannya untuk memimpin kepolisian di Lampung kepada pejabat baru: Brigjen Sudjarno.
Baca juga: Mimpi Buruk bagi Para Begal: Inilah Sosok Kapolda Lampung Baru Pengganti Ike Edwin
Banyak pihak yang menyayangkan kepergian Ike Edwin dari Bumi Ruwa Jurai karena menilai kinerjanya selama di Lampung tergolong mumpuni.
Meski demikian, surat dari pucuk tertinggi Polri sudah turun. Tugas adalah tugas, sebagai polisi, tentu setiap personel harus siap ditugaskan dimana pun.
Tak perlu sedu sedan. Jika memang benarlah mumpuni kinerja Ike Edwin, maka patutlah pula kepiawaiannya itu ditularkan dan dijalankan di tempat tugasnya yang baru, agar kebagusan karakter kepemimpinannya yang mumpuni bisa menjalar ke tubuh polri.
Kita hanya perlu mengucapkan: Selamat bertugas di tempat yang baru jenderal, terima kasih!
Dan Lampung pun layak menyambut sang Kapolda Baru yang semoga juga kinerjanya kelak sesuai harapan masyarakat, bisa memberikan pelayanan dan rasa aman.
Surga dan neraka
Siapakah Brigjen Sudjarno dan seperti apakah sosoknya? Bagaimanakah kiprah Sudjarno dalam memimpin Korps Polri? Apakah dia cocok di Lampung? Bisakan dia memberi rasa aman bagi warga di Lampung, terutama dalam memberantas begal-begal dan kriminalitas lain?
Pertanyaan itu jamak menggelayuti pikiran warga setiap kali ada pergantian jabatan pimpinan polisi.
Nama Sudjarno mulai mencuat ke publik sejak diangkat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Dia pernah mendampingi Kapolda Metro Jaya saat dijabat Irjen Pol Putut Eko Bayuseno dan juga Irjen Unggung Cahyono.
Dalam sejumlah kesempatan, Brigjen Sudjarno mengungkapkan pada anggotanya bahwa sebagai polisi tidak perlu takut pada penjahat, tapi juga sekaligus jangan arogan pada warga.
Berikut adalah petikan berita yang pernah dimuat di Kompas.com pada 14 Oktober 2014.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menitipkan keamanan Ibu Kota kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya).
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Sudjarno menyambut permintaan itu dan berjanji akan menciptakan keamanan bagi warga masyarakat dan sanksi bagi pelaku kejahatan.
"Saya sampaikan bahwa Jakarta ini kita ciptakan surga bagi masyarakat dan kita ciptakan neraka bagi para pelaku kejahatan. Itu saja," kata Sudjarno dalam acara Revitalisasi Kring Serse bersama Polda Metro Jaya, di Eco Park, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (14/10/2014).
Terkait Ahok yang menyatakan tak ada toleransi bagi pelaku aksi anarkistis di Ibu Kota, Sudjarno mengatakan, kepolisian menjalankan prosedur peraturan sesuai yang ada untuk mengamankan Jakarta.
"Kita punya SOP. Kita punya protap terhadap tindak anarkistis. Kita punya Perkap (Peraturan Kapolri). Itu yang kita jalankan sekarang," ujarnya.
Artinya, kata dia, segala bentuk premanisme dan kejahatan akan ditindak tegas, termasuk apabila melakukan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan.
"Kalau dia sudah membahayakan orang lain dan petugas, apa yang harus kita lakukan, kita lumpuhkan dia, dan kita pertanggungjawabkan (itu)," ujar Sudjarno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/brigjen-pol-sudjarno_20161007_153335.jpg)