Bupati Agung: Jangan Ada Lagi yang Ikut Dimas Kanjeng, Cukup Tiga Orang Saja
Dirinya juga telah mendapatkan laporan dari Kades Tulung Singkip, serta Kesbangpol ada tiga warga yang ikut serta dalam Padepokan Dimas Kanjeng ini.
Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara mengimbau kepada warga untuk tidak percaya, untuk hal-hal yang bisa membuat cepat kaya.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi yang seperti ini. Ada yang mengatasnamakan agama, yang mengimingi orang agar cepat kaya. Harapan Saya tidak lagi yang ikut Dimas Kanjeng, cukup tiga orang saja," ujar dia, saat ditemui usai Sidang paripurna pengesahan APBD P tahun 2016, Selasa (12/10).
Dirinya juga telah mendapatkan laporan dari Kades Tulung Singkip, serta Kesbangpol ada tiga warga yang ikut serta dalam Padepokan Dimas Kanjeng ini.
Selain itu, keluarga yang lainnya tidak masuk kedalam aliran Dimas Kanjeng tersebut. Untuk antisipasinya, dirinya akan meminta kesbangpol, Majelis Ulama Indonesia Lampun Utara, serta forum kerukunan umat Beragama, untuk mensosialisasikan agar tidak dapat mudah tergoda, dengan hal-hal seperti ini.
Diketahui, seorang warga di Kabupaten Lampung Utara diduga ikut serta dalam padepokan kanjeng dimas. Ia adalah Tugino (38) warga Dusun III, RT 2, Desa Tulungsingkip, Kecamatan Blambanganpagar mengaku baru mengikuti pendaftaran melalui internet.
Dalam pengakuannya Tugino, pendaftaran itu dilakukan oleh dirinya sekitar bulan 5 dan bulan 6 pada tahun 2015 lalu, namun dia tidak lagi mengingatnya dengan jelas.
"Saya tahunya dari internet dan mendaftar dulu melalui internet, biaya awalnya itu Rp200 ribu, kalau masalah aslinya disana saya belum tahu, karena saya belum pernah ke sana," kata Tugino, saat dikonfirmasi di rumahnya didampingi Kepala Desa Tulungsingkip Riyanto Sengaji, Senin (10/10).
Warga RK III, RT 2 Desa Tulungsingkip, Blambangan Pagar ini mengatakan pendaftarnya tersebut untuk sumbangan Rp 200.000, dan setelah selesai mendaftar dirinya diminta untuk ke Purbolinggo. "Saya belum pernah kesana. Tidak ada ongkosnya mas," bebernya.
"Saya pernah ke jawa tapi bukan ke sana, tapi itu ke solo, saya jalan waktu itu setelah lebaran, itu juga bukan ke padepokan itu," pengakuannya. (ang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dimas-kanjeng_20160929_162217.jpg)