Komplotan Pengganjal ATM Raup Miliaran Rupiah

Komplotan pengganjal ATM yang diringkus Polsek Kalideres, ternyata sudah dua tahun beraksi. Selama itu mereka sudah meraup Rp 1 miliar lebih dari para

Editor: taryono
Warta Kota
Polsektro Kalideres membekuk komplotan penjahat bermodus ganjal kartu ATM yang menjadikan sebuah apartemen sebagai markas mereka. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Komplotan pengganjal ATM yang diringkus Polsek Kalideres, ternyata sudah dua tahun beraksi. Selama itu mereka sudah meraup Rp 1 miliar lebih dari para korbannya.

Komplotan itu diringkus di Apartemen Green Park View Tower E, Jalan Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (10/10/2016) pukul 04.00. Sembilan diantaranya tertangkap, sedangkan 2 lainnya melarikan diri.

Kanit Reskrim Polsek Kalideres, Ajun Komisaris Khoiri, mengatakan, kelompok itu tak tahu persis berapa jumlah uang yang sudah mereka hasilkan dari aksinya selama 2 tahun.

Tapi dari buku rekening para pelaku, kata Khoiri, pihaknya bisa memperkirakan berapa besarannya.

Setiap beraksi, komplotan ini selalu mentransfer uang para korbannya ke rekening penampung yang beridentitas palsu.

Setelah itu uang ditarik dari rekening penampung, baru kemudian dimasukkan secara tunai ke masing-masing rekening milik korban.

"Yah kalau dilihat dari situ, dua tahun ini sudah satu milliar lebih mereka dapat," kata Khoiri ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (11/10/2016) pagi.

Keberhasilan mengungkap kasus ini berawal dari laporan korban SS (35) yang mengaku kartu ATM nya tertelan di gerai ATM BCA, Mall Daan Mogot, Kalideres Jakarta Barat. Lalu uang di rekeningnya amblas.

Polisi lalu mengecek rekaman CCTV di gerai ATM tersebut. Dari situ didapat gambar pelaku dan nomor polisi kendaraan yang digunakan oleh pelaku. Setelah ditelusuri, para pelaku ternyata tinggal di apartemen green park view. Polisi pun meringkus mereka disana.

Mereka beraksi dengan cara saling bekerjasama. Setiap beraksi komplotan ini bisa mengerahkan 2 sampai 5 orang sekaligus.

Ada yang bertugas memantau, mengganjal ATM, serta mengintip korbannya saat memencet nomor PIN ATM. Lalu ada pula yang kemudian beraksi menyedot uang di rekening korban.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved