Tak Cuma di Kota, UMKM dan Masyarakat Pelosok Lampung Juga Harapkan Gas Bumi

Isromiah berharap tak hanya warga dan pelaku industri di Bandar Lampung yang bisa menikmati gas bumi.

Tak Cuma di Kota, UMKM dan Masyarakat Pelosok Lampung Juga Harapkan Gas Bumi
Tribun Lampung/Nashrullah Haqiyuddin
HARAPKAN GAS BUMI - Karyawan UMKM Keripik Rega di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat sedang menggoreng keripik memakai kayu bakar. Sang pemilik Keripik Rega berharap bisa merasakan gas bumi seperti masyarakat di Kota Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Gaung program pemerintah untuk memanfaatkan gas bumi menjadi tumpuan harapan tak hanya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat di perkotaan, tapi juga mereka yang berada di daerah terpencil, seperti di Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Masyarakat yang tinggal di daerah sejauh 230 kilometer dari ibu kota Provinsi Lampung ini, pun berharap bisa merasakan fasilitas gas bumi sebagaimana yang akan dinikmati oleh 12 ribu warga Kota Bandar Lampung tahun depan.

Setelah mengetahui adanya rencana pelayanan gas bumi bagi masyarakat Ragom Gawi (semboyan Kota Bandar Lampung), Jadmiko dan Isromiah, pasangan suami istri yang juga pelaku UMKM di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, Lambar, antusias akan hadirnya program sambungan gas bumi dari Perusahaan Gas Negara (PGN) di Bumi Beguai Jejama (Lambar).

Isromiah berharap tak hanya warga dan pelaku industri di Bandar Lampung yang bisa menikmati gas bumi.

"Kami selama ini memproduksi keripik dan peyek menggunakan tungku kayu bakar. Pengeluaran membeli kayu bakar cukup besar. Untuk 16 kali proses produksi membutuhkan satu mobil pikap dengan harga mencapai Rp 400 ribu-Rp 500 ribu," ujarnya kepada Tribun Lampung, Senin (17/10/2016).

Diutarakan Isromiah, usaha rumahan miliknya sudah berproduksi sejak Februari 2008. Saat ini omset usahanya sekitar Rp 12 juta-Rp 16 juta per bulan. Kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha tak lain adalah semakin sulitnya mendapatkan kayu bakar.

"Beli saja pasokannya sudah susah, apalagi kalau mencari sendiri. Ditambah lagi Lampung Barat ini sering sekali turun hujan, tak seperti daerah lain di Lampung," keluh dia.

Dirinya mengaku pernah beralih menggunakan kompor gas, namun menurutnya hasil gorengan keripik menjadi tidak maksimal dan kurang bagus.

Pemilik Keripik Rega yang sudah memiliki dua karyawan ini berharap pemerintah daerah bisa membantu merealisasikan program gas bumi ini dengan mengajukannya ke kementerian terkait.

"Apalagi gas bumi katanya lebih bagus daripada gas elpiji. Tentu sangat membantu pelaku usaha rumahan seperti kami ini," tutur wanita yang kerap berselancar mencari informasi di dunia maya ini.

Halaman
1234
Penulis: nashrullah
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved