Enjoy Lampung

Es Bubur Bandung, Kuliner Tradisional nan Manis yang Ada di Pasar Rakyat Tani Kemiling

Dalam semangkuk es bubur, beberapa bahan yang digunakan adalah bubur yang terbuat dari tepung hunkwe, jenang candil, bubur mutiara, dan pisang raja.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung/Ana
Es bubur bandung 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Ana Puspita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Bagi warga Bandar Lampung, Lampung, khususnya di daerah Kemiling tentu sudah tidak asing lagi dengan Pasar Rakyat Tani.

Ya, pasar yang sudah didirikan sejak tahun 1992 ini, memang menjadi tujuan warga sekitar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari mulai dari bahan makanan, sayuran, perabotan rumah bahkan hingga pakaian.

Konon, dahulunya pasar ini memang diperuntukkan bagi petani setempat untuk menjual hasil bumi mereka kepada pembeli, namun sekarang, barang yang diperjualbelikan semakin beragam dan tidak terbatas pada hasil bumi saja, bangunannya pun sudah diperbaiki meski belum sepenuhnya dapat menampung semua pedagang.

Nah, beberapa jenis kuliner pun bisa ditemui saat anda berkunjung ke pasar yang beroperasi dua kali dalam seminggu yakni hari Kamis dan Minggu mulai pukul 06.00-12.00 ini.

Satu yang paling mudah ditemui adalah menu berupa Es Bubur Bandung Do'a Sepuh yang dijual di area parkir tepat di depan pintu masuk pasar.

Meski menunya dinamai dengan es bubur, pembeli boleh kok memesan bubur tanpa menggunakan es, si penjual biasanya terlebih dahulu bertanya untuk menyesuaikan keinginan pembelinya.

Es bubur ini bisa jadi satu pilihan mengganjal perut sebelum atau setelah berbelanja di pasar karena rasanya yang enak juga mengenyangkan.

Dalam semangkuk es bubur, beberapa bahan yang digunakan adalah bubur yang terbuat dari tepung hunkwe, jenang candil, bubur mutiara, dan pisang raja yang sudah terlebih dahulu direbus lalu dipotong-potong seperti pada olahan kolak.

Kesemua bahan tersebut lantas disatukan untuk kemudian dipadukan dengan santan juga kuah gula merah serta es batu sebelum disajikan.

Untuk rasanya, bubur ini enak dengan citarasa manis yang dominan ditambah sedikit gurih karena berpadu dengan santan, tekstur bubur hunkwe yang lembut terasa lumer di mulut.

Ditambah lagi dengan candil yang kenyal sehingga kuah gula merah dan santan meresap saat kita menggigitnya sedikit demi sedikit.

"Ini beli dibungkus untuk orang rumah, biasanya kalau dari pasar selalu minta dibelikan makanan. Rasanya enak dan bikin kenyang bubur ini," ujar salah seorang pembeli bernama Lasmi.

Oh iya, satu porsi es bubur Bandung ini hanya dibanderol dengan harga Rp 5 ribu saja, bagaimana, anda tertarik untuk mencoba?

Es Bubur Bandung Do'a Sepuh

-Rp 5 ribu/porsi (isinya bubur tepung hunkwe, jenang candil, bubuk mutiara, pisang raja yang direbus dan dipotong-potong lalu dipadukan dengan santan, kuah gula merah serta es batu)

-Area parkir depan Pasar Rakyat Tani, Kemiling, Bandar Lampung

-Hari Minggu dan Kamis

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved