Pilkada DKI Jakarta
Bila Jadi DKI 1 Anies Janji Bakal Babat Kebijakan Ahok
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali memukau warga yang dijumpainya ketika blusukan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali memukau warga yang dijumpainya ketika blusukan.
Kali ini, dirinya meyakinkan apabila terpilih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno bakal mengganti kebijakan Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama yang tidak memihak kepada rakyat.
Hal tersebut disampaikannya sesaat pasangan calon nomor urut tiga itu tiba di Kampung Duri Dalam, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat pada Senin (14/11/2016) sekira pukul 13.40 WIB
Terlihat mengenakan kemeja putih berpadu celana krem, Anies datang bersama tim suksesnya.
Tidak terlihat adanya pengawalan ketat ketika mantan Menteri Pendidikan itu datang, berbeda halnya dengan pasangan nomor urut dua, Ahok-Djarot ketika mereka blusukan.
Pengawalan hanya terlihat diberikan kepada Anies dari serbuan jabat tangan para ibu yang mendekat.
Namun, antusiasme para warga disambutnya dengan baik, dirinya kembali menyodorkan tangan sembari melemparkan senyum kepada warga.
Dirinya pun berjalan kaki mengitari permukiman padat penduduk di RT 01, 02, 03, 04, 06 dan 08 RW 05 Duri Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya berkali-kali menyampaikan kepada warga jangan lupa dengan gelaran Pilkada DKI Jakarta pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang.
Mantan rektor Universitas Paramadina itu pun meyakinkan warga untuk memilih pemimpin DKI Jakarta sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.
"Jadi mau tetap apa diganti (Gubernur DKI Jakarta-red)?," tanya Anies kepada warga yang kompak menjawab 'ganti' dan menginginkan Gubernur DKI Jakarta yang berpihak kepada warga.
Pergantian pemimpin sambutnya, bukan hanya berganti sosok ataupun foto yang terpampang di dinding, tetapi seluruh kebijakan pun akan berubah.
Namun, diyakinkannya kalau kebijakan yang berubah hanya pada kebijakan yang kini belum berpihak kepada warga.
"Yang mau kita ganti bukan hanya gubernurnya bukannya namanya bukan hanya fotonya, yang kita ganti kebijaksanaannya. Kita mau ganti kebijakannya," ungkapnya.
Dipaparkannya, kebijakan utama yang akan diubahnya diantaranya mengenai kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan.
Tujuannya agar kesejahteraan masyarakat Ibukota semakin meningkat.
Pada kebutuhan pokok, dirinya berjanji akan menekan harga sembako agar dapat terjangkau oleh masyarakat.
Sedangkan pada lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan, dirinya menyampaikan akan mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar lebih optimal.
Selain itu empat hal tersebut, dirinya pun menyampaikan soal penataan kota. Dalam penataan kota, menurutnya harus ditekankan pada komunikasi dan tidak melulu penggusuran dan relokasi, sebab penataan kota sebenarnya dilakukan demi kesejahteraan warga.
"Kebutuhan pokok harus tercukupi, layak dengan harga terjangkau. Lapangan pekerjaan juga harus dibuka, karena sekarang ini ada sekitar 300.000 orang yang masih menganggur. Kita akan ubah supaya bermartabat," jelasnya.
"Relokasi bukanlah hal yang utama. Yang paling penting adalah penataan. Karena yang dibongkar bukan barang, tapi manusia. Kita harus hormati dan hargai, tidak hanya sekedar dipindahkan," tutupnya disambut tepuk tangan dan teriakan riuh warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/calon-gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan_20161114_192937.jpg)