Enjoy Lampung

Pulau Kiluan, Eksotisme Keindahan Wisata Pantai di Kabupaten Tanggamus

Warna putih kecokelatan pasir ini amat kontras dengan warna air laut yang nampak hijau dan biru membentuk garis di beberapa bagian permukaannya.

Pulau Kiluan, Eksotisme Keindahan Wisata Pantai di Kabupaten Tanggamus
Tribunlampung/Ana
Keindahan Pulau Kiluan, Tanggamus 

Untuk mencapai Pulau Kiluan, kita perlu menyeberang terlebih dahulu, dengan menggunakan jasa antar-jemput pulau yang disediakan dan dikelola oleh penduduk setempat, waktu penyeberangannya hanya sekitar 10 menit saja.

Untuk biaya penyeberangan menggunakan kapal kecil yang ukurannya pas satu badan untuk posisi duduk ini lumayan terjangkau yakni Rp 15 ribu/per orang, antar jemput, bila anda menyeberang minimal 6 orang atau lebih.

Nah, kebetulan Tribun datang berdua saja, sehingga biaya antar-jemput menjadi Rp 50 ribu/dua orang, sedikit lebih mahal sebagai tambahan uang lelah pengganti jasa, kata pengelola.

Dengan Rp 50 ribu/dua orang tersebut, pengelola memberikan bonus berkeliling mengitari Pulau Kiluan menggunakan kapal tersebut dengan menikmati sensasi deburan ombak yang menggoda sebelum perjalanan pulang.

Sekadar informasi, untuk memasuki Pulau Kiluan, ada retribusi sebesar Rp 5 ribu/orang yang dibayarkan saat kita akan memasuki pulau.

Tiba di pulau, saatnya bersenang-senang menjejaki pasir pantai yang putih dan bertekstur amat lembut, ya, pasir pantai di tepian Pulau Kiluan ini memang berbeda dengan pantai yang lain, begitu lembut dan halus memanjakan kaki kita, sungguh nyaman.

Pulau Kiluan2
Keindahan Pulau Kiluan

, riak air laut semakin terlihat berkelip kala ditimpa sinar matahari, begitu indah.

Keindahan sekitar Pulau Kiluan ini memang amat mengagumkan, beberapa batu-batuan berukuran besar yang kokoh saat diterjang ombak juga jadi pemandangan tersendiri di bagian belakang pulau.

Meskipun indah, pengunjung sebaiknya tidak tergoda untuk menaiki batu-batuan tersebut, pengelola pun mengingatkan agar berhati-hati dan tidak bermain air terlalu jauh dari batas yang sudah ditentukan, demi keselamatan masing-masing.

"Yang paling bikin betah itu adalah pasirnya yang lembut banget. Udaranya juga segar. Kalau pemandangan, nggak diragukan lagi, bener-bener bagus," komentar salah satu pegunjung bernama Andi.

Halaman
123
Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved