Flyover Jadi Solusi Kemacetan?
Kepada Yth Pengamat Tata Kota. Apakah pembangunan flyover bisa jadi solusi mengurai kemacetan di suatu kota
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth Pengamat Tata Kota. Apakah pembangunan flyover bisa jadi solusi mengurai kemacetan di suatu kota, seperti Bandar Lampung? Terima kasih atas penjelasannya.
Pengirim: +6281379854xxx
Jika Kondisi Sudah Mendesak
Kami jelaskan terlebih dahulu bahwa ada beberapa tahapan untuk mengurai kondisi kemacetan, yakni harus dilaksanakan rekayasa lalu lintas terlebih dahulu. Jika tidak bisa, baru kemudian ada penambahan flyover atau underpass.
Jika rencana pembangunan flyover dilaksanakan, harus berdasarkan studi kelayakan agar tidak menjadi masalah. Jika perencanaan tidak melalui studi kelayakan, dikhawatirkan berdampak terhadap keindahan kota.
Pembangunan flyover bukan menandakan sebuah kota metropolitan. Bahkan, kota-kota besar seperti Surabaya sangat menghindari yang namanya flyover. Karena dengan adanya flyover, akan ada banyak bangunan beton, sehingga membuat kota tidak cantik.
Namun, kalau kondisinya sudah mendesak, karena kondisi kemacetan tidak bisa dihindari lagi, maka tidak masalah kalau akan dibangunkan flyover.
Tetapi, jika melihat kondisi saat ini, seperti di kawasan kampus Unila, macet hanya terjadi pada jam-jam tertentu. Mungkin saja lima tahun lagi sudah macet, sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas dan studi kelayakan.
Tidak selamanya flyover baik untuk setiap lokasi, sehingga diperlukan melihat topograpi. Mungkin jika diterapkan di kawasan kampus tidak menjadi persoalan. Namun, jika lokasinya seperti di perempatan Jalan Cik Ditiro, lebih baik dibangun underpass, sehingga lebih enak dipandang.
Heri Riyanto
Akademisi Universitas Bandar Lampung