"Uang NKRI Dicetak di Peruri, Karawang"

Seiring dengan diterbitkannya uang NKRI dengan desain baru, muncul juga kabar yang menyebutkan bahwa uang tersebut tidak dicetak di Perum Peruri.

Editor: taryono
Kompas.com/ Sakina Rakhma Diah Setiawan
Uang NKRI desain baru yang diterbitkan pada 19 Desember 2016. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA- Seiring dengan diterbitkannya uang NKRI dengan desain baru, muncul juga kabar yang menyebutkan bahwa uang tersebut tidak dicetak di Perum Peruri.

Kabar tersebut lantas dibantah oleh Head of Corporate Secretary Peruri Eddy Kurnia. Menurut dia, tidak benar uang NKRI dicetak di percetakan swasta yang ada di Kudus.

"Uang NKRI dicetak di Peruri, Karawang. Sesuai dengan Undang Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006, Bank Indonesia menugaskan Peruri untuk mencetak uang rupiah," jelas Eddy Kurnia dalam keterangan resminya yang diterima Kompas.com, Rabu (21/12/2016).

Menurut dia, bertahun-tahun hingga saat ini dan ke depan, Peruri selalu siap menjalankan tugas negara tersebut dengan tingkat pengamanan yang tinggi dan kualitas terbaik.

Sebelumnya Bank Indonesia meluncurkan uang NKRi dengan desain baru, yang terdiri dari tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam.

Uang desain baru dengan berbagai pecahan tersebut menampilkan 12 pahlawan nasional yang ditetapkan sesuai dengan keputusan presiden.

Dua belas pahlawan nasional yang ditampilkan pada uang emisi 2016 tersebut adalah:

1. Dr Ir Soekarno (proklamator kemerdekaan RI, Presiden pertama RI)
2. drs Mohammad Hatta (proklamator kemerdekaan RI, Wakil Presiden pertama RI)
3. Ir H Djuanda Kartawidjaja (pengukuh kedaulatan Indonesia)
4. Letjen TNI TB Simatupang (pelindung kemerdekaan Indonesia)
5. dr Tjipto Mangunkusumo (pendiri Tiga Serangkai)
6. Prof Dr Ir Herman Johannes (pelindung paripurna Indonesia)
7. Mohammad Hoesni Thamrin (perintis revolusi kemerdekaan Indonesia)
8. Tjut Meutia (pejuang kemerdekaan Indonesia dari era kolonial Belanda)
9. Mr I Gusti Ketut Pudja (tokoh penentu NKRI)
10. Dr GSSJ Ratulangi (Gubernur pertama Sulawesi)
11. Frans Kaisiepo (pahlawan kemerdekaan Indonesia)
12. Dr KH Idham Chalid (guru besar Nahdlatul Ulama)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved