Dua Pembajak Pesawat Afriqiyah Airways Bawa Granat Tangan

Dua pembajak pesawat Afriqiyah Airways dilaporkan memegang sejumlah granat di tangan ketika membajak pesawat komersil asal Libya itu.

Editor: soni
Independent/Times of Malta/Steve Zammit Lup
Pesawat Afriqiyah Airways yang membawa 118 orang dari Libya dibajak oleh dua orang dan dipaksa mendarat di Malta, Jumat (23/12/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MALTA – Dua pembajak pesawat Afriqiyah Airways dilaporkan memegang sejumlah granat di tangan ketika membajak pesawat komersil asal Libya itu.

Para pembajak yang diyakini berkebangsaan Libya, mengancam akan meledakkan pesawat dengan 118 penumpang itu.

Pesawat Afriqiyah Airways telah mendarat di Malta setelah dibajak.

Namun sejauh ini masih belum jelas apa tuntutan dari para pembajak.

Pesawat penumpang Libya, merupakan penerbangan internal dari Sabha di Libya Selatan ke Tripoli.

Namun oleh pembajak dialihkan ke Malta.

"Pilot melaporkan ke menara kontrol di Tripoli bahwa mereka sedang dibajak, maka mereka kehilangan komunikasi dengannya," demikian seorang pejabat keamanan bandara melaporkan.

"Pilot berusaha sangat keras agar bisa mendarat ke tujuan awal yang benar tetapi mereka menolak."

Penumpang termasuk laki-laki 82, 28 perempuan dan 1 bayi.

Termasuk 7 awak pesawat.

Sumber Sky mengatakan tim negosiasi Malta tengah berkomunikasi dengan para pembajak.

Pemerintah Inggris telah menawarkan bantuan kepada pemerintah Malta untuk turun membantu berurusan para pembajak, demikian sumber Sky. (Skynews)
Penulis: Srihandriatmo Malau

Sumber: Tribunnews
Tags
Libya
Malta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved