Istana dan BEM SI Sepakati 4 Poin Ini

Pihak Istana Kepresidenan menerima perwakilan BEM SI, Bagus untuk menyampaikan poin, yang menjadi tuntutan mahasiwa kepada Pemerintah RI.

Kompas.com
Aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Kamis (12/1/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI), menyepakati empat poin perjanjian kebutuhan bahan pokok masyarakat, dan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

"Tadi sudah diterima perwakilan mahasiswa, kami dialog. Ada empat poin yang disepakati bersama," kata Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo di Jakarta, Kamis (12/1/2016).

Pihak Istana Kepresidenan menerima perwakilan BEM SI, Bagus untuk menyampaikan poin, yang menjadi tuntutan mahasiwa kepada Pemerintah RI.

Perwakilan mahasiswa, Bagus, sempat menyampaikan kekecewaannya karena tidak dapat bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, ia menyampaikan empat poin yang disepakati.

Pertama, Pemerintah RI diwakili Kepala Staf Kepresidenen menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia.

Kedua, dampak kenaikan harga BBM tidak akan berdampak, terhadap kenaikan harga bahan pokok.

Ketiga, Pemerintah RI menjamin kenaikan listrik dilakukan untuk kepentingan rakyat dan tepat sasaran, jika tidak tepat sasaran dapat dilaporkan ke PLN, dan akan mendapat subsidi.

Keempat, kenaikan harga pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atau buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), untuk meningkatkan pelayanan kepolisian dan ada sosialisasinya, seperti apa yang ingin ditingkatkan, dan Pemerintah RI menjaminnya, jika ada pelayanan yang tidak sesuai dapat dilaporkan.

Bagus menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran dalam waktu 90 hari, pihaknya segera menyampaikan penegasan kembali.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved