Setelah Menyandera 2 Wanita, Pria Ini Lompat dari Lantai 7 Hotel
Korban yang dilepas itu langsung menelepon polisi, dan memberi tahu staf hotel lainnya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, FUKUOKA - Seorang lelaki 33 tahun mengakhiri hidupnya, dengan melompat dari lantai tujuh sebuah hotel di Fukuoka, Jepang, Rabu (18/1/2017).
Sebelum kejadian itu, lelaki tersebut sempat menyandera dua wanita selama sekitar dua jam.
Berdasarkan keterangan polisi, yang dikutip laman Japan Today, lelaki itu menginap di hotel R&B, dekat stasiun Hakata, sejak hari Minggu.
Awalnya, pelaku menelepon front desk sekitar pukul 4.00, dan mengaku televisi di kamarnya tak menyala.
Seorang karyawati berusia sekitar 30-an tahun pun dikirim ke kamar pelaku.
Namun setelah sekian lama, perempuan itu tak kunjung kembali.
Akhirnya, seorang karyawati lain yang juga berumur 30-an tahun, menyusul ke kamar tersebut.
Ternyata, menurut polisi, kedua perempuan itu disekap di dalam kamar, dengan ancaman senjata listrik.
Polisi pun mengatakan, lelaki tersebut sempat memukuli wanita pertama yang datang ke kamarnya.
Pelaku memukul kepala dan wajah perempuan itu.
Pelaku penyanderaan yang identitasnya tak dipublikasikan itu, baru melepaskan satu perempuan pada pukul 6.20.
Korban yang dilepas itu langsung menelepon polisi, dan memberi tahu staf hotel lainnya.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian gagal berkomunikasi dengan pelaku.
Aparat terpaksa mendobrak pintu kamar hotel pada pukul 7.40.
Saat itulah, pelaku memilih melompat dari jendela kamar hotelnya, sebelum polisi mampu mencegah aksi itu.
Pelaku masih sempat dilarikan ke rumah sakit, di sanalah dia dinyatakan tewas.
Sandera kedua berhasil diselamatkan tanpa terluka.
Sementara, senjata listrik milik pelaku ditemukan tergeletak di atas ranjang.
Sejumlah saksi mata, yang adalah pejalan kaki di sekitar kawasan hotel, mengatakan, pelaku yang tewas memiliki tato di sekujur tubuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/laki_20170119_121726.jpg)