Cara Mengubah Sikap Mudah Tersinggung
Kepada Yth Psikolog. Saya memiliki sikap yang mudah tersinggung dan marah. Jadi bagaimana cara mengubah sikap tersebut.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth Psikolog. Saya memiliki sikap yang mudah tersinggung dan marah. Jadi bagaimana cara mengubah sikap tersebut. Terima kasih atas penjelasannya.
Pengirim: +6285679855xxx
Belajar Nilai Diri Sendiri Tidak Berlebihan
Kami terangkan bahwa rasa tersinggung itu timbul dikarenakan menilai dirinya lebih dari realita yang ada. Misalnya merasa lebih pintar, merasa lebih cantik/tampan, merasa hebat.
Sehingga ketika ada yang mengkritik akhirnya menjadi marah dan berusaha membela diri. Hal tersebut menyebabkan kata-kata yang keluar dari mulut justru tidak terkontrol dan menunjukkan bahwa Anda kurang dapat dihormati dan dihargai orang lain.
Namun apabila yang bersangkutan menginginkan untuk berubah adalah suatu langkah yang baik, namun harus disertai kesungguhan. Hal-hal yang bisa anda lakukan adalah:
1. Belajarlah untuk menilai diri dengan tidak berlebihan, Anda harus membandingkan kelebihan yang dimiliki dengan orang lain dan berusaha menilai secara obyektifif,
2. Cobalah untuk tidak mengungkit-ungkit jasa yang pernah Anda berikan kepada orang lain, semakin banyak mengingat kebaikan yang diberikan kepada orang semakin banyak sakit hati. Karena Anda menginginkan orang lain membalas kebaikan. Berusahalah membuat ringan langkah saat mengerjakan sesuatu,
3. Cobalah berempati dengan kesusahan orang lain sehingga tidak merasa sebagai orang yang paling susah sendiri di dunia. Ada banyak keindahan dan kebahagiaan yang bisa Anda peroleh dari orang-orang di sekeliling Anda,
4. Kurangi untuk berkata kasar dan keras kepada orang lain karena suara yang keras dan kasar membuat orang lain merasa tidak nyaman,
5. Carilah tempat yang nyaman dan asri untuk relaksasi sehingga jiwa Anda menjadi lebih tenang,
6. Carilah kesibukan yang menyenangkan misalnya nonton film, menulis sehingga mampu melupakan kemarahan yang Anda miliki, dan jangan luapkan kemarahan kepada hal-hal yang sifatnya negatif,
7. Curhatlah pada orang yang bisa Anda percaya dan mampu berpikir obyektif sehingga Anda mampu mendapatkan dukungan emosi yang baik,
8. Carilah solusi untuk masalah Anda sehingga mampu untuk mengurangi beban,
9. Berusahalah untuk tetap menjadi orang baik walaupun disakiti orang lain, misalnya dengan tetap tenang dan tidak menyakiti orang lain.
Retno Riani MPSi
Psikolog