Pelayan Kafe Diduga Diperkosa 7 Laki-laki Oknum Anggota TNI

Korban dicekoki minuman keras oleh para pelaku hingga pingsan. Pada saat itulah para pelaku diduga memerkosa korban.

Pelayan Kafe Diduga Diperkosa 7 Laki-laki Oknum Anggota TNI
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA
Garis polisi dipasang di sebuah kafe di kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (22/1). Pada Sabtu (21/1/2017), sebagian kafe tersebut dibakar warga karena diduga menjadi tempat tujuh orang pria yang diduga anggota TNI melakukan kekerasan seksual terhadap R (18), pelayan kafe tersebut pada Jumat (20/1) malam lalu. 

Kejadian yang menimpa R turut menjadi perhatian Nurani Perempuan Woman Crisis Center, salah satu lembaga yang aktif mengadvokasi nasib anak dan perempuan korban kekerasan seksual di Sumbar.

Nurani Perempuan berencana menyurati sejumlah pihak. Direktur Nurani Perempuan Yefri Heriani mengatakan, pihaknya akan mendesak agar proses hukum peristiwa itu terbuka. Dengan begitu, korban mendapatkan penanganan dan hak-haknya, misalnya seperti perlindungan.

Dua petani

Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan diduga terjadi pula di Riau. Tersangka pelaku adalah dua petani, yakni Has (40) dan Uj (44), warga Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Mereka ditangkap aparat Kepolisian Sektor Kateman, Sabtu (21/1) malam. Has dan Uj dituduh memaksa pasangan remaja Tu (16) dan Te (17) melakukan hubungan badan. Setelah itu Uj memerkosa Tu.

"Kejadian pada Selasa (17/1) malam. Namun, orangtua korban perempuan baru melaporkan kejadian pada Sabtu (21/1) sore kepada kami. Anggota saya langsung melakukan pengejaran dan pada Sabtu malam kedua tersangka pelaku berhasil diciduk dan sampai sekarang masih ditahan di tahanan polsek," ujar Kepala Polres Indragiri Hilir Ajun Komisaris Besar Dolifar Manurung yang dihubungi dari Pekanbaru, Minggu.

Dolifar menjelaskan, Tu dan Te adalah pelajar SMA. Pada Selasa (17/1) sekitar pukul 21.00, keduanya dalam perjalanan pulang mengendarai sepeda motor. Saat itu jalan desa licin karena baru turun hujan. Tu terpaksa turun berjalan kaki, sementara Te menuntun sepeda motor. Lalu muncul Has dan Uj. Mereka menuduh dua remaja itu baru saja berbuat asusila. Kedua remaja yang menolak tuduhan itu lalu dipaksa masuk ke semak-semak hingga terjadi perbuatan keji yang dilakukan Has dan Uj.(ZAK/SAH)

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved