BREAKING NEWS: Diduga Korupsi, Mantan Kadis Pendidikan Lamteng Dituntut 6 Tahun Penjara

Kohar menjadi terdakwa kasus korupsi pengadaan buku dan alat laboratorium tahun anggaran 2010.

Dokumentasi Kejari Metro
Ilustrasi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jaksa penuntut umum Guntoro Janjang dan Effi Harnida menuntut Mantan Kepala Dinas Pendidikan Lampung Tengah (Lamteng) Kohar Ayub dengan pidana penjara selama enam tahun.

Kohar menjadi terdakwa kasus korupsi pengadaan buku dan alat laboratorium tahun anggaran 2010.

Menurut Guntoro, Kohar terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara,” ujar Guntoro Janjang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (26/1/2017).

Selain pidana penjara, Guntoro juga menuntut Kohar membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Satu hal yang memberatkan, hingga jaksa menuntut Kohar dengan enam tahun penjara karena Kohar tidak mengakui perbuatannya.

Di dalam tuntutannya, jaksa penuntut umum tidak menuntut Kohar membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 9,6 miliar.

Alasannya, Kohar tidak terbukti menikmati uang hasil korupsi di Dinas Pendidikan Lamteng.

Menurut Guntoro, pihak yang menikmati uang hasil korupsi adalah Husri Aminudin alias Udin, yang menjadi perantara rekanan penyedia barang dan jasa.

Halaman
12
Penulis: wakos reza gautama
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved