Korban Curanmor Mulai Posting Motor Hilang di Facebook

Para "pemain" motor curian di Lampung saat ini memang memanfaatkan grup-grup media sosial Facebook khusus jual beli motor murah.

Penulis: Romi Rinando | Editor: taryono
Digital Trends
Ilustrasi Facebook Mobile 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Media sosial Facebook grup jual beli motor di wilayah Lampung tak cuma dimanfaatkan penjual dan pembeli motor curian atau motor kredit macet. Korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga memantau postingan yang beredar, dengan harapan bisa menemukan motornya yang hilang.

Para "pemain" motor curian di Lampung saat ini memang memanfaatkan grup-grup media sosial Facebook khusus jual beli motor murah. Di grup itu, motor diduga hasil curian atau motor kredit macet di-posting dan ditawarkan dengan harga jauh di bawah nilai jual di pasaran. Dalam sehari sedikitnya ada 10 postingan baru yang menampilkan foto motor hasil kejahatan.

Motor supermurah ini terdiri atas dua jenis, yakni hasil curian dan motor kredit macet. Untuk motor kredit macet biasanya dilego dengan kelengkapan STNK saja, tanpa BPKB. Motor diduga hasil kejahatan ini biasanya dibubuhi keterangan kosongan/bodong/atau SS (surat sebelah).

Para pelaku sengaja menjualnya di Facebook agar lebih mudah menjaring pembeli yang ingin mendapatkan motor dengan harga di bawah nilai jual di pasaran. Ada pula yang ingin barter atau saling tukar sesama motor diduga curian.

Pascapemberitaan Tribun berjudul Jual Motor Curian Marak di Facebook edisi Jumat 27 Januari 2017, banyak anggota grup yang mulai memposting motor-motor mereka yang hilang dicuri. Selain menayangkan foto yang raib digasak pencuri, para korban curanmor juga memberikan keterangan tentang ciri-ciri kendaraannya.

Misalnya saja Muhammad Rosyid, warga Metro yang kehilangan Yamaha Vixion New 2015 BE 8066 BE di depan Kawasaan Kampus STAIN Metro, beberapa waktu lalu. Sebulan terakhir ia mengaku terus memantau postingan motor-motor yang dilego di beberapa grup Facebook.

"Saya mantau karena ada info teman yang lihat motor Vixion saya, pelatnya sama di Facebook. Ada yang jual, bahkan sempat mau jadian TT (tukar tambah) dengan Satria FU, nambah 2,5 juta. Tapi, orang yang jual curiga, jadinya batal," kata Rosyid, kepada Tribun, Jumat kemarin.

Aktivitas serupa juga dilakuan Nida Roinsa, yang kehilangan motor Yamaha Mio. Ia berupaya melacak keberadaan motornya tersebut melalui Facebbok. Aktivitas ini juga sudah sebulan belakangan dilakukan Mida.

"Tiap hari lihatin dijual beli motor di FB (Facebook), siapa tahu ada motor saya yang dimaling bulan kemarin dijual di sini," tulis Nida Roinsaa, Jumat. Di grup tersebut, Nida mengaku motornya hilang dicuri di rumah saat tengah malam.

Pengamatan Tribun di grup jual beli motor wilayah Lampung, Jumat kemarin, banyak netizen yang memberikan komentar positif tentang pemberitaan maraknya postingan motor yang diduga curian di sejumlah grup Facebook. Para netizen memberikan imbauan agar hati-hati membeli motor lewat Facebook.

Sejumlah akun Facebook yang tergabung dalam grup, bahkan memposting gambar halaman 1 koran Tribun. Para anggota grup diminta waspada saat membeli motor yang surat-suratnya tidak lengkap.

"Lebih waspada aja, daripada jadi korban disangka penadah, ruginya dobel," tulis salah satu akun di grup jual beli motor.

"Stop beli motor bodong. Begal sama curanmor pasti berkurang, soalnya gak ada pembeli, paling diecer. Motor biar mati pajak, asal lengkap aja BPKP dan STNK ada, tenang jiwa deh," tulis akun lainnya.

"Mangkanya kita sebagai pembeli harus pintar memilih, mana barang curian, mana bukan. Ujungnya nanti kita yang dikira penadah," sebut netizen lainnya.

Meski begitu, masih ada postingan jual motor bodong di grup jual beli Facebook. Namun, jumlah postingan terlihat berkurang. Sebelumnya motor bodong/kosong yang dijual supermurah di grup Facebook mencapai sedikitnya 10 postingan. Namun, Jumat kemarin cuma terlihat sekitar 5 postingan.

Atensi Kapolresta

Sementara itu, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono, memberikan atensi atas maraknya jual beli motor yang diduga hasil kejahatan di media sosial. Ia mengaku akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

"Kita akan selidiki dulu, karena tidak mudah. Apalagi sudah ramai diberitakan, pasti penjualnya akan lebih hati-hati," ujarnya singkat.(rri)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved