Kakek dan Nenek 'Dipaksa' Pasang IndiHome dan UseeTV, Sang Cucu Curhat di Medsos

Sepasang suami-istri yang sudah berusia di atas 80 tahun terpaksa harus berlangganan layanan digital dari PT Telkom.

Kakek dan Nenek 'Dipaksa' Pasang IndiHome dan UseeTV, Sang Cucu Curhat  di Medsos
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Petugas Telkom Indonesia memeriksa jaringan internet di Jalan Menteri Supeno, Kota Semarang, Jateng, Senin (21/9/2015). Telkom terus berupaya meningkatkan sistem jaringan internet ke pelanggan dengan kecepatan maksimal melalui IndiHome Fiber di era dunia ciber seperti saat ini. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.UID-Sepasang suami-istri yang sudah berusia di atas 80 tahun terpaksa harus berlangganan layanan digital dari PT Telkom.

Layanan tersebut berupa saluran televisi interaktif UseeTV dan akses internet IndiHome lengkap dengan akses jaringan WiFi.

Padahal, kakek-nenek yang berdomisili di Bandar Lampung tersebut tak pernah mengenal, apalagi menggunakan internet. Teknologi televisi digital berbasis internet semacam UseeTV juga tak dipahami.

Setidaknya, begitu menurut penuturan sang cucu, Denny, yang belakangan melaporkan insiden ini ke media sosial Twitter, Selasa (31/1/2017) malam.

Denny mengeluhkan sikap dua sales Telkom Group di lapangan. Ia merasa kakek-neneknya dipaksa berlangganan layanan-layanan yang tak dibutuhkan oleh orang tua seusia mereka.

Pemaksaan ini, disebut Denny, dilakukan oleh petugas penjualan tersebut dengan menyambangi rumah kakek dan neneknya pada akhir Januari lalu.

"Ya kali, kakek-nenek gue nonton tv aja jarang, dipasangin useetv dan wifi, dengan modus TIDAK ADA BIAYA TAMBAHAN BULANAN. Wtf @TelkomCare," begitu yang dituliskan Denny lewat akun @dennyed.

Kakek-nenek ditakut-takuti sales

KompasTekno pun menghubungi Denny pada Rabu (1/2/2017) pagi. Ia mengonfirmasi bahwa semua keluhan yang disampaikan di Twitter adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Mereka (sales Telkom Group) menakut-nakuti kakek-nenek saya. Di berita acara, pembantu rumah disuruh tanda tangan karena kakek dan nenek saya enggak bisa pengang pena lagi," ia menjelaskan.

Halaman
12
Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved